Kaltengpedia.com – Palangka Raya – Sebanyak 25 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Program yang berlangsung pada 15–28 Juli 2026 tersebut diikuti 23 bupati dan dua wali kota. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, dinamika geopolitik, kepemimpinan, integritas, antikorupsi, hingga tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Berikut daftar kepala daerah peserta KPPD Angkatan III beserta asal daerahnya:
- Ratnawati Arif – Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan.
- dr. Amalia Desiana – Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah.
- Nurhidayah – Bupati Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
- Markus Octovianus Mansnembra – Bupati Biak Numfor, Papua.
- Hermus Indou – Bupati Manokwari, Papua Barat.
- Apolos Bagau – Bupati Intan Jaya, Papua Tengah.
- Johannes Rettob – Bupati Mimika, Papua Tengah.
- Zulkarnain Awat Amir – Bupati Maluku Tengah, Maluku.
- Ricky Jauwerissa – Bupati Kepulauan Tanimbar, Maluku.
- Ikram Malan Sangadji – Bupati Halmahera Tengah, Maluku Utara.
- Rusli Sibua – Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara.
- Muhammad Nizar – Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur.
- Agustinus Payong Boli – Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
- Fud Syaifuddin – Bupati Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
- Samsul Rizal – Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
- Masduki – Bupati Sukamara, Kalimantan Tengah.
- Syech Muharram Idris – Bupati Aceh Besar, Aceh.
- Teddy Rahman – Bupati Seluma, Bengkulu.
- Samsul Mahmud – Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
- Bambang Bayu Suseno – Bupati Muaro Jambi, Jambi.
- Monadi – Bupati Kerinci, Jambi.
- Hasbi Jayabaya – Bupati Lebak, Banten.
- Joko Supriyanto – Bupati Tulang Bawang Barat, Lampung.
- Afdhal – Wali Kota Lhokseumawe, Aceh.
- Pahlevi – Wali Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.
Kursus tersebut merupakan kolaborasi Lemhannas RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Purnomo Yusgiantoro Center.
Dalam rangkaian pembelajaran, para kepala daerah mendapatkan materi mengenai kepemimpinan daerah yang tangguh di tengah perubahan geopolitik global dan disrupsi teknologi.
Lemhannas juga menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan pembekalan mengenai pentingnya kepemimpinan berintegritas dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Selain pembelajaran di Lemhannas, peserta dijadwalkan mengikuti pembelajaran eksekutif dan kunjungan akademik ke Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS).
Studi tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan kepala daerah mengenai praktik tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, transformasi digital, serta berbagai kebijakan yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah.
Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, para kepala daerah akan menyusun dan mempresentasikan rencana aksi yang diharapkan dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily sebelumnya menegaskan bahwa ketahanan nasional sangat berkaitan dengan ketahanan daerah.
Karena itu, penguatan kapasitas kepala daerah dinilai penting agar pemerintah daerah mampu menghadapi tantangan global, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat integritas pemerintahan, serta mendorong pembangunan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
KPPD Angkatan III 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan kepala daerah dari berbagai karakter wilayah, mulai dari kawasan perkotaan, daerah kepulauan, wilayah perbatasan, hingga daerah dengan tantangan pembangunan dan pelayanan publik yang kompleks.





















