Disdik Palangka Raya Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua Cegah Narkoba Masuk Lingkungan Pendidikan

Dok. Ilustrasi

Kaltengpedia.com – Palangka Raya – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan dengan mendorong sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peserta didik tidak terpapar penyalahgunaan narkotika yang berpotensi merusak kesehatan, karakter, pendidikan, hingga masa depan generasi muda.

Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengatakan pencegahan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Pengawasan terhadap anak harus dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun tempat tinggal.

“Peserta didik harus dijauhkan dari narkoba karena dapat merusak masa depan mereka. Orang tua juga harus lebih memperhatikan pergaulan anak dan mengawasi penggunaan gawai agar teknologi dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif,” kata Vico di Palangka Raya, Jumat.

Menurut dia, sekolah perlu memperkuat edukasi tentang bahaya narkoba melalui pembelajaran, penyuluhan, serta pembinaan karakter secara rutin. Guru dan tenaga kependidikan juga diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku peserta didik sebagai bagian dari upaya deteksi dini.

Vico menilai koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan instansi terkait juga penting untuk memperluas edukasi pencegahan narkoba di kalangan pelajar.

Melalui sosialisasi dan kampanye yang dilakukan secara berkala, siswa diharapkan memahami bahaya penyalahgunaan narkotika, termasuk dampak kesehatan serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Di sisi lain, keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah anak terjerumus dalam pergaulan negatif. Orang tua diharapkan membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengenali lingkungan pergaulan, mengawasi penggunaan perangkat digital, serta mengarahkan anak pada kegiatan yang produktif.

“Jangan sampai anak-anak salah memanfaatkan teknologi. Arahkan mereka mengikuti kegiatan yang bermanfaat, seperti belajar, membaca, berolahraga, mengembangkan bakat, maupun kegiatan positif lainnya,” ujarnya.

Vico menegaskan, penggunaan teknologi tanpa pengawasan dapat membuka ruang bagi anak untuk mengakses berbagai konten dan lingkungan yang berpotensi memberikan pengaruh negatif.

“Hal-hal negatif hanya akan merugikan diri sendiri, keluarga, bahkan masa depan mereka,” katanya.

Selain sekolah dan keluarga, masyarakat juga dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Kepedulian warga terhadap aktivitas remaja, penguatan kegiatan kepemudaan, serta budaya saling mengingatkan dinilai dapat menjadi bagian dari sistem pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Disdik Kota Palangka Raya pun terus mendorong kolaborasi antara sekolah, komite sekolah, orang tua, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Semoga saja apa yang kita khawatirkan tidak terjadi di daerah kita. Selain peran guru, peran orang tua juga sangat penting dalam pencegahan persoalan ini,” kata Vico.

Pos terkait