Meningkatnya Kebakaran Lahan Dorong BPBD Kotim Kaji Status Tanggap Darurat

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mengevaluasi kemungkinan menaikkan status penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Kajian dilakukan setelah intensitas kebakaran dan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah tersebut menunjukkan peningkatan selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan proses evaluasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti jumlah kejadian kebakaran, luas lahan terdampak, kondisi cuaca, hingga kebutuhan dukungan sumber daya dalam penanganan di lapangan.

Data BPBD menunjukkan bahwa hingga Minggu, 20 Juli 2026, satelit pemantau mendeteksi 59 hotspot yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Bertambahnya titik panas tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk mengkaji peningkatan status agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Bacaan Lainnya

Selain peningkatan hotspot, selama beberapa pekan terakhir petugas gabungan juga menangani sejumlah kebakaran lahan dengan karakteristik lahan gambut yang cukup sulit dipadamkan. Kondisi cuaca yang cenderung panas disertai minimnya curah hujan memperbesar potensi meluasnya kebakaran apabila tidak segera dikendalikan.

Apabila status dinaikkan menjadi tanggap darurat, pemerintah daerah akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengerahkan personel, peralatan, serta dukungan logistik. Status tersebut juga membuka peluang percepatan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan pemerintah provinsi maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) apabila diperlukan dukungan tambahan.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kotim bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, perusahaan, relawan, dan masyarakat terus mengintensifkan patroli terpadu, pemantauan hotspot, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan menggunakan api. Upaya pemadaman dini juga dilakukan setiap kali ditemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas.

Sebelumnya, BNPB telah mengerahkan dua unit helikopter water bombing untuk membantu operasi pemadaman di wilayah Kotawaringin Timur. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengendalian karhutla, terutama pada kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

BPBD Kotim mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas terdekat. Sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas perekonomian di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pos terkait