kaltengpedia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kobaran api dilaporkan terlihat pada Rabu malam (2/9/2026) di kawasan belakang Politeknik Muara Teweh, Jalan Negara Km 7,5 Muara Teweh–Banjarmasin, Kelurahan Jingah.
Kemunculan api menjadi perhatian serius karena terjadi saat Kalimantan Tengah masih berada dalam status tanggap darurat bencana karhutla. Di tengah kondisi kemarau dan lahan yang cenderung kering, satu titik api berpotensi berkembang menjadi ancaman yang lebih besar apabila tidak segera dikendalikan.
Kawasan tersebut juga berada tidak jauh dari jalur aktivitas masyarakat. Kepulan asap dan kobaran api kembali menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla belum sepenuhnya terkendali, meski berbagai upaya penanganan terus dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Belum diketahui secara pasti seberapa luas lahan yang terdampak. Penyebab munculnya api juga masih belum dapat dipastikan dan tidak boleh disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
Yang menjadi pertanyaan kini bukan sekadar dari mana api bermula, tetapi seberapa cepat titik api tersebut dapat ditangani sebelum meluas dan menambah panjang daftar kejadian karhutla di Barito Utara.
Kaltengpedia masih menunggu keterangan resmi dari instansi terkait mengenai kronologi kejadian, luasan lahan terbakar, penyebab kebakaran, kondisi terkini di lokasi, serta langkah penanganan yang telah dilakukan petugas.
Di tengah status tanggap darurat, kemunculan api ini kembali menegaskan satu hal: ancaman karhutla belum selesai.





















