kaltengpedia.com – Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian padi seiring dimulainya musim panen di sejumlah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesejahteraan petani, memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen.
Pemimpin Bulog Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, mengatakan momentum musim panen dimanfaatkan untuk meningkatkan pembelian gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga harga gabah tetap kompetitif selama produksi meningkat.
Hingga 19 Juli 2026, realisasi pengadaan Bulog Kalimantan Tengah telah mencapai 17.793 ton gabah, atau setara 9.161 ton beras. Capaian tersebut telah memenuhi sekitar 58 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 30.420 ton gabah atau 15.805 ton setara beras. Persentase tersebut menunjukkan progres penyerapan yang terus meningkat memasuki puncak musim panen.
Selain memperkuat cadangan pangan pemerintah, penyerapan hasil panen juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Kehadiran Bulog sebagai pembeli memberikan alternatif pemasaran hasil panen sehingga petani memiliki kepastian dalam menjual produksinya sesuai ketentuan pemerintah.
Di sisi lain, Bulog Kalimantan Tengah juga terus melaksanakan penyaluran beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga 19 Juli 2026, realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 4.191 ton atau sekitar 49,5 persen dari target 8.469 ton. Beras SPHP disalurkan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, koperasi, dan mitra penyalur lainnya guna membantu menjaga ketersediaan beras di pasaran.
Sementara itu, Bulog juga telah menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah alokasi Februari–Maret 2026 dengan realisasi 100 persen pada 30 Juni 2026. Dalam program tersebut, sebanyak 4.100 ton beras dan 820 ribu liter minyak goreng telah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di Kalimantan Tengah.
Melalui optimalisasi penyerapan hasil pertanian dan penyaluran program pangan tersebut, Bulog berharap keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen dapat terus terjaga. Kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, kelompok tani, serta pelaku usaha pertanian diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Tengah sekaligus mendukung pencapaian target pengadaan pangan nasional.





















