Kaltengpedia – Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak seluruh jajaran Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak (BAKORMAD) untuk terus mengamalkan nilai-nilai falsafah Huma Betang dalam kehidupan bermasyarakat. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah dan Cabang BAKORMAD Kalimantan Tengah periode 2026–2031.
Falsafah Huma Betang selama ini dikenal sebagai simbol kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, persatuan, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat modern.
Menurut gubernur, semangat Huma Betang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas masyarakat Kalimantan Tengah. Organisasi adat seperti BAKORMAD memiliki peran penting dalam memastikan nilai-nilai tersebut tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, penerapan hukum adat dan ritual perdamaian juga dianggap sebagai bagian dari mekanisme sosial yang mampu memperkuat persatuan masyarakat. Pemerintah daerah berharap BAKORMAD dapat menjadi pelopor dalam menjaga harmoni dan memperkuat solidaritas masyarakat adat.
Keberadaan organisasi ini juga dinilai mampu mendukung berbagai agenda pembangunan daerah dengan mengedepankan pendekatan budaya yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan fisik tetapi juga memperkuat karakter sosial masyarakat.
Pemprov Kalteng meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan tetap berakar pada budaya lokal. (Yd/Kalped)





















