91 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla, Sejauh Mana Perlindungan Pemerintah?
kaltengpedia.com – Sebanyak 91.913 balita tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam pendataan dampak karhutla di tujuh provinsi hingga 2 November 2026. Angka tersebut menjadi perhatian serius karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara dan asap kebakaran hutan dan lahan.
Kementerian Kesehatan juga mencatat 87.704 kasus ISPA pada anak usia 6-9 tahun dan 56.092 kasus pada kelompok lanjut usia di atas 60 tahun. Selain itu, terdapat 590 ibu hamil dan 1.530 penderita asma yang masuk dalam pemantauan risiko kesehatan.
Besarnya jumlah kelompok rentan yang terdampak menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan pemerintah dalam memberikan perlindungan. Pembagian masker dan penyediaan fasilitas oksigen merupakan bagian dari respons kesehatan, tetapi masyarakat juga membutuhkan pemeriksaan medis, informasi kualitas udara yang mudah diakses, serta langkah perlindungan ketika kondisi udara memburuk.
Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan perlu menjelaskan bagaimana perlindungan terhadap balita, anak sekolah, lansia, dan penderita penyakit pernapasan dijalankan. Apakah fasilitas kesehatan sudah siap, apakah kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan apakah ada langkah khusus ketika asap kembali menyelimuti permukiman?
Ketika anak-anak dan lansia ikut menanggung dampak karhutla, perlindungan kesehatan tidak boleh berhenti pada imbauan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata dan kepastian bahwa negara hadir ketika keselamatan mereka terancam.
