Gubernur Agustiar Sabran Luncurkan Program Berkelas: Huma Betang Night, Belum Ada Duanya di Kalimantan

kaltengpedia.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, resmi menghadiri dan meresmikan pelaksanaan rutin Huma Betang Night, sebuah program inovatif yang menyatukan hiburan malam, pelestarian budaya lokal, dan penguatan ekonomi kerakyatan. Acara ini berlangsung di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya yang untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai zona bebas kendaraan bermotor setiap malam Minggu.

Didampingi oleh Wakil Gubernur Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan Plt. Sekda Leonard S. Ampung, Gubernur menyampaikan bahwa Huma Betang Night merupakan ruang publik baru bagi masyarakat Kalimantan Tengah untuk berkumpul, berkreasi, dan menikmati seni budaya daerah dalam suasana aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan hiburan yang sehat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kearifan lokal dan warisan budaya Kalimantan Tengah. Ini ruang kita bersama untuk bersuka cita, mengenal budaya, dan mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur Agustiar dalam sambutannya.

Lebih dari sekadar hiburan, Huma Betang Night menjadi simbol kuat semangat kultural Kalimantan Tengah, yang berpijak pada filosofi Huma Betang sebagai rumah bersama yang merekatkan nilai toleransi, keberagaman, dan gotong royong.

Berdasarkan pantauan Litbang Kaltengpedia, program ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Kalimantan. Provinsi lain seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Kalimantan Barat belum memiliki kegiatan serupa yang secara konsisten menggabungkan car free night dengan agenda pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan UMKM.

Acara yang diadakan secara rutin setiap pekan ini menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, modern, musik daerah, tari-tarian khas Dayak, hingga pasar rakyat dengan berbagai sajian kuliner lokal.

Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir, Huma Betang Night diharapkan menjadi ikon baru kebudayaan dan pariwisata Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi teladan nasional dalam pengelolaan ruang publik berbasis budaya lokal.

“Saya berharap kegiatan positif ini mampu menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya daerahnya sendiri. Kita gaungkan semangat Huma Betang sebagai pilar kebudayaan dalam bingkai NKRI,” tegas Gubernur Agustiar menutup sambutannya.

Pos terkait