kaltengpedia.com – Siapa influencer atau selebgram paling berpengaruh di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2026? Pertanyaan ini menarik di tengah semakin besarnya peran media sosial dalam membentuk opini publik, mempromosikan produk lokal, hingga memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional.

Berdasarkan kurasi kecerdasan buatan (AI) dengan mempertimbangkan popularitas, karakter konten, potensi jangkauan audiens, pengaruh sosial, serta peluang kolaborasi, muncul lima nama yang dinilai layak masuk dalam daftar influencer dan selebgram Kalteng 2026. Daftar tersebut meliputi Andrew Kalaweit, Abang Lapar atau Hendy Permana, Sabila Putri Indrawati Indarto, Amelia Andani, dan Ebae Garuda.

Nama Andrew Kalaweit menempati posisi pertama dalam kurasi ini. Ia dikenal melalui konten alam, satwa liar, dan konservasi hutan Kalimantan yang memiliki daya tarik hingga audiens internasional. Posisi kedua ditempati Abang Lapar atau Hendy Permana, yang dikenal melalui konten kuliner dan eksplorasi tempat makan. Sementara itu, Sabila Putri Indrawati Indarto berada di posisi ketiga dengan konten lifestyle, modeling, dan budaya lokal.

Selanjutnya, Amelia Andani masuk dalam daftar keempat melalui konten lifestyle, kecantikan, dan kegiatan sosial. Adapun Ebae Garuda melengkapi lima nama tersebut di posisi kelima. Namanya juga pernah disebut BBPOM Palangka Raya sebagai salah satu influencer Kota Palangka Raya dari kalangan Gen Z pada 2024.

Kurasi ini bukan pemeringkatan resmi berdasarkan jumlah pengikut Instagram maupun hasil pengukuran superkomputer. Penilaian AI tersebut merupakan pendekatan berdasarkan karakter dan potensi pengaruh masing-masing figur. Untuk menentukan peringkat secara objektif, masih diperlukan verifikasi jumlah pengikut terkini, tingkat interaksi, jangkauan konten, serta konsistensi aktivitas media sosial.

Kehadiran para influencer ini memperlihatkan bahwa kekuatan media sosial di Kalteng tidak hanya berkaitan dengan popularitas. Mereka juga berpotensi menjadi penggerak promosi UMKM, pariwisata, budaya, dan berbagai potensi daerah. Lantas, apakah lima nama tersebut memang paling berpengaruh di Kalteng pada 2026? Penilaian publik tentu menjadi bagian penting untuk menjawabnya.