Karhutla Kalteng Masih Parah, 321 Hektare Lahan Belum Berhasil Dipadamkan

5d6f5e64143d3-pemadaman-karhutla-kalsel_1265_711

Kaltengpedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian dalam penanganan bencana nasional. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 21 Oktober 2026, sekitar 321 hektare lahan di Kalteng masih belum berhasil dipadamkan sehingga provinsi ini menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar di antara enam provinsi prioritas.

Selain Kalimantan Tengah, penanganan karhutla juga difokuskan di Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Dari total target penanganan seluas lebih dari 983 hektare, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 502 hektare, sementara sekitar 481 hektare masih dalam penanganan.

Di luar enam provinsi prioritas tersebut, kebakaran juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian karhutla masih membutuhkan penanganan secara menyeluruh, baik melalui pemadaman langsung maupun langkah pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

BNPB terus mengoptimalkan penanganan melalui satuan tugas darat dan udara. Puluhan ribu personel dikerahkan untuk mendukung operasi di wilayah terdampak, sementara armada udara digunakan untuk pemadaman, patroli, dan operasi modifikasi cuaca sesuai kebutuhan di lapangan.

Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menghadapi tantangan tersendiri karena kebakaran dapat meluas dan membutuhkan upaya pemadaman berulang. Kondisi tersebut membuat koordinasi antarpersonel, ketersediaan peralatan, serta pemantauan titik api menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan kebakaran.

Selain mengancam lingkungan dan ekosistem, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, upaya pengendalian kebakaran perlu dibarengi dengan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan dan keselamatan warga.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar tempat tinggal atau kawasan hutan. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk membantu mencegah kebakaran meluas dan mendukung upaya penanganan yang dilakukan petugas.

Pemerintah bersama unsur terkait terus berupaya menekan luasan kebakaran melalui pemadaman dan koordinasi lintas wilayah. Perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah akan bergantung pada kondisi di lapangan serta keberhasilan petugas mengendalikan titik api yang masih aktif.