Pemkot Palangka Raya Prioritaskan Layanan Kependudukan bagi Korban Kebakaran di Pahandut

Kaltengpedia.com – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memprioritaskan layanan administrasi kependudukan bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Pahandut yang terjadi pada Minggu (22/2).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat kebakaran akan segera diterbitkan kembali oleh Disdukcapil.

“Data dan dokumen kependudukan yang tidak terselamatkan akibat kebakaran akan menjadi prioritas layanan pemerintah kota melalui Disdukcapil untuk segera diterbitkan kembali,” ujar Fairid di Palangka Raya, Kamis.

Ia menjelaskan, layanan tersebut meliputi pencetakan ulang Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), serta dokumen kependudukan lainnya.

Namun demikian, pencetakan ulang dokumen hanya dapat dilakukan setelah data korban disampaikan secara resmi kepada Disdukcapil. Untuk itu, Fairid meminta para lurah dan camat segera melaporkan nama-nama warga terdampak kebakaran secara terkoordinasi.

“Disdukcapil siap menerbitkan kembali dokumen kependudukan korban kebakaran. Namun, data yang disampaikan harus sahih dan melalui satu pintu agar tidak terjadi tumpang tindih layanan maupun penerbitan dokumen,” tegasnya.

Menurut Fairid, dokumen kependudukan merupakan syarat dasar yang sangat penting bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan, termasuk bantuan sosial dan layanan publik lainnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk di wilayah yang dikenal sebagai “Kota Cantik”, untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah terjadinya kebakaran.

Sebagaimana diketahui, kebakaran tersebut terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Mendawai, Kompleks Sosial, Kelurahan Palangka, pada Minggu (22/2).

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, memastikan seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal telah mendapatkan bantuan kebutuhan dasar.

“Kami hadir untuk memastikan para korban memperoleh penanganan awal yang layak, termasuk bantuan logistik dan perlindungan di posko pengungsian,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebakaran tersebut berdampak pada 24 kepala keluarga atau 93 jiwa, termasuk kelompok rentan yang terdiri atas empat lanjut usia, 19 anak dan balita, serta satu orang korban yang mengalami luka bakar kategori sedang.

Pos terkait