Lamandau Siaga! Banjir Bandang Intai Warga, Benarkah Tutupan Hutan Mulai Menurun?

Dok : istimewa

kaltengpedia.com – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa status siaga darurat banjir masih berlaku di dua kabupaten, yakni Lamandau dan Kapuas. Di Kabupaten Lamandau, status siaga ditetapkan sejak September hingga 10 Desember 2025 melalui Surat Keputusan Bupati.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama akibat tingginya curah hujan dan banjir bandang dari wilayah hulu.

Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan luapan air sungai kiriman dari bagian hulu. Ikuti selalu informasi cuaca dari pemerintah daerah dan BMKG,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Menurut Hendikel, cuaca ekstrem dengan intensitas hujan sedang hingga tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Hujan lebat yang disertai petir dapat terjadi kapan saja. Masyarakat harus siap-siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut,” tegasnya.

Indikasi Hutan Hulu Mulai Gundul

Peringatan banjir kiriman dari arah hulu kembali memicu perhatian publik terkait kondisi tutupan hutan Lamandau. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan hulu Lamandau—termasuk sekitar wilayah Kinipan—dilaporkan mengalami tekanan akibat pembukaan lahan berskala besar dan perubahan fungsi kawasan.

Pengamat lingkungan menilai bahwa banjir yang terjadi secara berulang di Lamandau bukan hanya dipicu curah hujan ekstrem, tetapi juga mulai menunjukkan indikasi degradasi hutan yang melemahkan daya serap air di wilayah hulu.

Fenomena banjir kiriman yang disebut BPBD merupakan salah satu tanda berkurangnya kemampuan hutan menyimpan air, sehingga aliran permukaan menjadi lebih cepat dan volume air sungai meningkat dalam waktu singkat.

Korelasi dengan Tren Regional di Kalimantan Tengah

Lamandau bukan satu-satunya wilayah yang menghadapi tren peningkatan banjir. Beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah sebelumnya juga mengalami pola serupa, terutama di daerah-daerah yang tutupan hutannya menurun. Pola ini memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan terhadap kawasan hutan di Kalteng semakin besar.

Jika kondisi ini berlanjut tanpa mitigasi, potensi banjir tahunan akan terus meningkat dan berdampak pada permukiman, infrastruktur, serta ekosistem sungai.

BPBD: Fokus pada Mitigasi dan Informasi Dini

Sementara itu, BPBD Lamandau memastikan terus memantau kondisi curah hujan, debit sungai, dan perkembangan cuaca dari BMKG. Pemerintah daerah juga mengimbau warga di bantaran sungai dan daerah rendah untuk:

  • Mengemas dokumen penting,

  • Menyiapkan jalur evakuasi,

  • dan memperhatikan peringatan dini dari pemerintah.

Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami meminta warga selalu siaga dan segera melapor jika terjadi kenaikan muka air sungai,” kata Hendikel.

Pos terkait