kaltengpedia.com – Dugaan praktik pungutan liar kembali mencuat di lingkaran kekuasaan Kalimantan Tengah. Seorang oknum yang diduga berasal dari lingkaran dekat Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dilaporkan meminta uang sebesar Rp15 juta kepada warga dengan janji bisa mempertemukan langsung dengan gubernur.
Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Juni 2025 lalu. Oknum yang tidak disebutkan identitasnya itu mengaku mampu menjembatani pertemuan dengan Gubernur Agustiar Sabran, serta berjanji akan membantu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi pihak masyarakat.
Namun, hingga berita ini diturunkan, warga yang telah menyerahkan uang tersebut tidak mendapatkan kejelasan. Bukan hanya pertemuan yang tak pernah terjadi, oknum yang bersangkutan pun kini dikabarkan menghilang dan tidak bisa lagi dihubungi.
“Kami sangat bingung. Kami sudah keluar uang Rp15 juta, tapi jangankan bertemu Gubernur, orang yang menjanjikan pun sekarang hilang tanpa kabar,” ujar narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun dari Gubernur H. Agustiar Sabran terkait dugaan ini. Jika terbukti, kasus ini berpotensi mencoreng nama baik pemerintah daerah dan menjadi preseden buruk dalam praktik pelayanan publik.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik percaloan dan pungutan liar yang kerap menjebak masyarakat awam yang berharap bantuan atau solusi atas persoalan mereka melalui jalur birokrasi.






















