Elektabilitas Meredup, Tapi Insting Petarung Alfian Mawardi Belum Padam untuk Maju lagi menjadi Ketua KNPI Kalteng

kaltengpedia.com – Meski elektabilitasnya disebut mulai menurun, peluang Muhammad Alfian Mawardi untuk kembali memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah periode 2025–2028 belum tertutup. Ketua KNPI Kalteng 2021–2024 ini tampaknya masih menyimpan asa dan kekuatan politik yang tidak bisa diremehkan.

Dari pantauan dan analisis Litbang Kaltengpedia, sejumlah dinamika internal dan eksternal organisasi menunjukkan bahwa dukungan terhadap Alfian mulai goyah. Hal ini terlihat dari mencuatnya dua figur muda yang kini ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat penerus estafet kepemimpinan: Akhmad Rusdian Noor, Sekretaris KNPI Kalteng, dan Arifudin R. Sehe, Wakil Ketua KNPI Kalteng. Keduanya dikenal aktif, memiliki jaringan organisasi yang kuat, dan disebut-sebut merepresentasikan regenerasi di tubuh KNPI.

Namun, jika melihat jejak rekam politik Alfian, ia bukan figur yang mudah tergeser. Dalam Pemilihan Legislatif 2024, Alfian berhasil meraih lebih dari 20 ribu suara di Dapil V (Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau), dan sempat ditetapkan sebagai anggota DPRD Provinsi Kalteng terpilih. Tapi, secara mengejutkan, ia mengundurkan diri pada Agustus 2024, dengan alasan mendukung penuh Agustiar Sabran sebagai Bakal Calon Gubernur Kalteng dari Partai Gerindra. Sikap loyal ini memperkuat kesan bahwa Alfian bukan hanya pemain politik biasa, tetapi juga bagian dari orbit kekuatan politik besar di Kalteng.

Bacaan Lainnya

Langkah politik Alfian berlanjut ke Pilkada Kapuas 2024, di mana ia menggandeng Agati Sulie Mahyudin dan berhasil memperoleh 45.236 suara, kalah tipis dari pasangan Muhammad Wiyatno – Dodo yang meraih 53.367 suara dan memenangkan kontestasi. Meski kalah, pencapaian ini kembali menegaskan bahwa Alfian tetap memiliki basis pemilih dan kekuatan politik yang cukup signifikan, terutama di wilayah Kapuas dan sekitarnya.

Kini, sinyal kembalinya Alfian dalam bursa Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kalteng 2025 kembali ramai diperbincangkan. Meskipun sorotan terhadap elektabilitasnya menurun, sejumlah pengamat menilai bahwa Alfian masih memiliki “saham” politik besar di kalangan pemuda dan elite organisasi.

“Alfian adalah simbol perlawanan. Ia jatuh, bangkit, lalu kembali bertarung. Ini bukan soal popularitas semata, tapi juga bagaimana ia tetap relevan dalam dinamika politik dan organisasi,” kata Ardiansyah W., peneliti Litbang Kaltengpedia (23/06).

Namun demikian, tantangan yang dihadapi Alfian tidak kecil. Generasi muda di tubuh KNPI Kalteng mulai mendorong pembaruan dan regenerasi kepemimpinan. Sosok seperti Akhmad Rusdian yang dikenal konsisten membangun konsolidasi internal, serta Arifudin R. Sehe yang rajin turun ke daerah dalam program kepemudaan, dinilai merepresentasikan harapan baru bagi organisasi.

Litbang Kaltengpedia mencatat tiga faktor yang menentukan peluang Alfian di Musda KNPI Kalteng 2025:

  1. Kemampuan membangun koalisi internal dengan OKP dan DPD KNPI kabupaten/kota.

  2. Dukungan elite politik, khususnya dari poros Gerindra dan relasi dengan Agustiar Sabran.

  3. Narasi perlawanan dan pengalaman organisasi yang bisa dikemas sebagai nilai jual kepemimpinan.

Dengan dinamika ini, Musda KNPI Kalteng 2025 berpotensi menjadi ajang pertarungan menarik antara generasi lama dan baru. Meski bayang-bayang regenerasi menguat, Alfian Mawardi tampaknya belum menyerah. Ia adalah petarung yang selalu punya cara untuk kembali ke gelanggang

Pos terkait