Rahmat Hidayat Diduga Mundur dari Ketua KONI Kalteng, Ini Deretan Nama Calon Pengganti yang Mengemuka

kaltengpedia.com – Kabar mengejutkan berhembus dari dunia olahraga Kalimantan Tengah. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Rahmat Hidayat, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Meski belum ada pernyataan resmi, informasi ini telah ramai diperbincangkan di lingkungan internal KONI dan kalangan pemerhati olahraga Kalteng.

Tim Kaltengpedia berupaya mengonfirmasi langsung kepada H. Rahmat Hidayat, namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi. Sejumlah pengurus KONI Kalteng yang dihubungi juga belum bersedia memberikan komentar terbuka.

“Maaf, saya belum bisa berkomentar,” ujar salah satu pengurus KONI Kalteng yang enggan disebut namanya (21/05/2025).

Jika benar Rahmat Hidayat mengundurkan diri, maka dinamika pemilihan Ketua KONI Kalteng akan menjadi sorotan tersendiri. Lembaga ini memiliki peran vital dalam pembinaan atlet dan pengembangan olahraga prestasi daerah. Lantas, siapa yang layak menggantikan posisi strategis ini?

Litbang Kaltengpedia merangkum tiga nama potensial yang dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan jaringan yang memadai untuk menduduki kursi Ketua KONI Kalteng.

Sigit Widodo – Ketua KONI Kota Palangka Raya

Sigit Widodo

Sigit Widodo menjadi salah satu figur kuat yang dipertimbangkan. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua KONI Kota Palangka Raya dan memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kepemudaan dan olahraga. Sebagai politisi dua periode di DPRD Kota Palangka Raya, Sigit dikenal aktif dalam mengawal program olahraga, baik di tingkat kota maupun provinsi.

Kekuatan:

  • Berpengalaman memimpin KONI daerah.
  • Memiliki jaringan politik dan pemerintahan.
  • Dekat dengan komunitas olahraga akar rumput.

Tantangan: Perlu memperluas jejaring ke kabupaten/kota lainnya agar mampu diterima secara menyeluruh oleh pemilik suara KONI se-Kalteng.

Rio Kriswana – Direktur Keuangan Jamkrida Kalteng

Rio Kriswana

Nama Rio Kriswana mencuat karena dikenal energik dan progresif. Selain menjabat sebagai Direktur Keuangan di Jamkrida Kalteng, ia juga aktif sebagai Ketua Harian Esports Indonesia (ESI) Kalteng. Rio dinilai sebagai figur muda yang cepat bergerak dan memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga modern dan digital.

Kekuatan:

  • Representasi generasi muda dengan pendekatan manajerial modern.
  • Punya visi untuk olahraga berbasis digital dan prestasi.
  • Relatif netral secara politik.

Tantangan: Belum memiliki pengalaman memimpin KONI atau cabang olahraga konvensional secara menyeluruh.

Perlu membangun legitimasi di mata cabang olahraga tradisional.

Nadalsyah “Koyem” – Ketua Umum ASBWI dan Mantan Bupati Barito Utara

Nadalsyah Koyem

Figur paling senior dalam bursa ini adalah H. Nadalsyah atau yang akrab disapa Koyem. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Barito Utara selama dua periode dan kini menjadi Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI). Koyem dikenal luas di kalangan olahraga dan birokrasi, serta memiliki jaringan politik yang kuat.

Kekuatan:

  • Berpengalaman dalam birokrasi dan organisasi olahraga nasional.
  • Memiliki daya tawar politik dan dikenal luas di tingkat provinsi hingga nasional.
  • Potensi membawa kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan olahraga.

Tantangan: Perlu memastikan komitmen penuh untuk mengelola KONI secara aktif di tengah dinamika politik jelang Pilkada 2030. Dikhawatirkan akan membawa politisasi di tubuh KONI.

Jika kabar pengunduran diri Rahmat Hidayat terbukti benar, maka KONI Kalteng perlu segera melakukan konsolidasi untuk memastikan kesinambungan program olahraga di daerah ini. Siapa pun yang terpilih nantinya, tantangan besar menanti: memperkuat pembinaan atlet, memperluas akses sarana olahraga, serta membawa prestasi Kalteng ke tingkat nasional dan internasional.

Masyarakat olahraga kini menanti klarifikasi resmi dan proses pemilihan yang transparan, inklusif, dan menjunjung semangat sportifitas.

Pos terkait