kaltengpedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi membuka proses tender proyek Rehabilitasi/Peningkatan Jaringan Pengairan Daerah Irigasi (D.I.R.) Gemuk Sari ,Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan nilai pagu mencapai Rp 3.730.000.000. Tender ini diumumkan pada 18 April 2025 dan kini telah memasuki tahap download dokumen pemilihan.
Tender ini tercatat dengan Kode Tender 10025607000 dan merupakan bagian dari Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran APBD 2025, dengan sumber dana murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Berdasarkan sistem LPSE, hingga 19 Mei 2025 pukul 23.32 WIB, sudah terdapat 34 peserta terdaftar yang menunjukkan minat terhadap proyek ini.
Tender ini menggunakan metode Pascakualifikasi Satu File – Harga Terendah Sistem Gugur, tanpa mekanisme reverse auction. Lokasi pekerjaan terletak di wilayah D.I.R. Gemuk Sari, Kotawaringin Timur.
Kualifikasi usaha yang dibutuhkan adalah Usaha Kecil, dengan klasifikasi sub bidang BS004 – Jasa Konstruksi Irigasi dan Drainase (KBLI 42201). Peserta diwajibkan memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) status valid sebagai Wajib Pajak, serta bukti legalitas perusahaan termasuk akta pendirian dan surat kuasa jika dikuasakan.
Penyedia jasa juga harus memiliki pengalaman di bidang pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Namun, untuk perusahaan baru yang berdiri kurang dari tiga tahun, diizinkan mengikuti tender jika telah mengerjakan minimal satu proyek serupa di atas nilai Rp 2,5 miliar.
Dalam hal kerja sama operasi (KSO), ketentuan jumlah anggota dibatasi maksimal tiga perusahaan untuk proyek non-kompleks, serta harus memenuhi ketentuan kualifikasi usaha yang setara atau lebih tinggi.
Pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi ini dinilai sangat strategis untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah Kotim. Proyek ini tidak hanya bertujuan memperbaiki saluran air, tapi juga meningkatkan efektivitas distribusi air bagi para petani di kawasan tersebut.
Dengan nilai paket yang signifikan dan jumlah peserta yang cukup tinggi, kompetisi dalam tender ini diperkirakan akan berlangsung ketat. Proyek ini juga menjadi indikator komitmen Pemprov Kalteng dalam mendorong pembangunan infrastruktur pertanian melalui sistem tender terbuka dan transparan.






















