Jumlah Penduduk Miskin di Kalimantan Tengah Naik Jadi 149,24

Dok : Fotage Photo

kaltengpedia.com – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kenaikan pada September 2024 dibandingkan periode Maret 2024. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dirilis terakhir pada 15 Januari 2025, total penduduk miskin tercatat sebanyak 149,24 ribu jiwa, naik dari 145,63 ribu jiwa pada Maret 2024.

Kenaikan tersebut terutama terjadi di wilayah perkotaan, di mana jumlah penduduk miskin meningkat dari 60,17 ribu jiwa pada Maret menjadi 65,34 ribu jiwa pada September 2024. Sebaliknya, di wilayah perdesaan justru terjadi penurunan, dari 85,46 ribu jiwa menjadi 83,90 ribu jiwa.

Apa Itu Kemiskinan?

Secara umum, kemiskinan merujuk pada kondisi di mana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan garis kemiskinan sebagai acuan, yaitu pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan.

Bacaan Lainnya

Di Kalimantan Tengah, kemiskinan tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dikaitkan dengan kerentanan sosial, akses terhadap pelayanan dasar, dan ketimpangan wilayah. Wilayah pedalaman, perbatasan, dan daerah dengan infrastruktur minim cenderung memiliki tingkat kemiskinan lebih tinggi.

Potret Sosial Masyarakat Kalimantan Tengah

Berdasarkan kajian Litbang Kaltengpedia, status sosial masyarakat Kalimantan Tengah dibagi ke dalam beberapa kelompok:

  1. Kelas Rentan (Vulnerable Class)
    Ini adalah kelompok masyarakat yang penghasilannya sedikit di atas garis kemiskinan, namun rentan jatuh miskin akibat guncangan ekonomi, bencana alam, atau krisis kesehatan.

  2. Kelas Menengah Bertahan (Surviving Middle Class)
    Kelompok ini memiliki penghasilan sedang, tetapi pengeluarannya hampir setara dengan pendapatannya, sehingga sangat sensitif terhadap inflasi dan perubahan harga kebutuhan pokok.

  3. Kelas Menengah Tumbuh (Growing Middle Class)
    Masyarakat pada kelompok ini memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta memiliki tabungan atau cadangan ekonomi.

  4. Kelas Sejahtera dan Elit Lokal
    Mereka memiliki akses ke sumber daya ekonomi, jabatan sosial, serta terkoneksi dengan pusat-pusat kekuasaan dan distribusi program pemerintah.

Kenaikan jumlah penduduk miskin di perkotaan menunjukkan adanya tekanan ekonomi di wilayah urban, seperti kenaikan biaya hidup, pengangguran, serta keterbatasan lapangan kerja informal yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat berpendidikan rendah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Upaya pengentasan kemiskinan harus difokuskan tidak hanya pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal, pembukaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Litbang Kaltengpedia merekomendasikan agar Pemprov Kalteng juga memperkuat basis data sosial untuk mendeteksi kelompok masyarakat rentan secara lebih akurat, sekaligus mendorong intervensi yang lebih tepat sasaran.

Pos terkait