kaltengpedia.com – Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah yang digelar di Palangka Raya, Selasa (26/8/2025), menandai babak baru arah kepemudaan di Bumi Tambun Bungai. Dalam forum yang dihadiri perwakilan OKP dan DPD KNPI kabupaten/kota se-Kalteng, M. Alfian Mawardi kembali dipercaya menakhodai KNPI Kalteng periode 2025–2030.
Terpilihnya Alfian berlangsung secara aklamasi, seluruh peserta Musda menyatakan dukungan penuh. Keputusan ini dianggap mencerminkan soliditas dan kepercayaan tinggi terhadap kepemimpinannya, yang dinilai berhasil membawa KNPI lebih inklusif dan aktif dalam lima tahun terakhir.
Namun, di balik euforia aklamasi, muncul pertanyaan strategis: apakah kepengurusan baru akan mempertahankan formasi lama atau melakukan perombakan signifikan, khususnya pada kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen)? Posisi ini disebut-sebut menjadi rebutan sejumlah figur muda potensial dari berbagai OKP, mengingat peran strategis Sekjen sebagai motor penggerak organisasi.
Alfian sendiri menegaskan akan menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, yang meminta pemuda menjadi generasi unggul, berkarakter, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah dan menjadikan pesan Bapak Gubernur sebagai komitmen bersama. Pemuda tidak boleh hanya jadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku aktif pembangunan melalui karya, inovasi, dan keterlibatan langsung di masyarakat,” tegasnya.
Sejumlah OKP menilai Alfian adalah figur pemersatu, namun mereka juga mendorong agar kepengurusan periode ini memberi ruang regenerasi dan penyegaran, termasuk pada posisi Sekjen. Musda XVI pun diwarnai harapan agar kepengurusan baru mampu memperluas kiprah KNPI, tak hanya di bidang sosial-kepemudaan, tetapi juga dalam penguatan kapasitas wirausaha dan digitalisasi pemuda.
Dengan terpilihnya kembali Alfian, KNPI Kalteng dihadapkan pada tantangan besar lima tahun ke depan. Semua mata kini tertuju pada siapa yang akan mengisi kursi Sekjen KNPI Kalteng—apakah wajah lama yang dipertahankan atau figur baru yang akan mewarnai dinamika organisasi pemuda terbesar di Kalteng ini.





















