Rp750 Juta Mengendap? Tender Drainase Kuala Kurun Belum Temukan Pemenang

Dok : ilustrasi

kaltengpedia.com – Proses tender proyek pembangunan drainase pengendalian banjir di dalam Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, resmi diulang. Hal ini dilakukan setelah tidak satu pun peserta yang lolos dalam tahap evaluasi penawaran.

Berdasarkan data dari sistem pengadaan pemerintah, paket dengan Kode Tender 10126669000 tersebut sebelumnya telah diikuti oleh tujuh peserta. Namun, seluruhnya dinyatakan tidak memenuhi kriteria pada tahap evaluasi, sehingga proses tender harus kembali dibuka.

Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas ini memiliki nilai pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp750 juta, yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Bacaan Lainnya

Paket pekerjaan ini mencakup pembangunan drainase sebagai upaya pengendalian banjir di kawasan perkotaan Kuala Kurun, yang selama ini menjadi salah satu perhatian dalam penanganan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

Metode pengadaan yang digunakan adalah tender pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah metode gugur. Artinya, peserta dengan penawaran terendah tetap harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi, teknis, dan kualifikasi yang ditetapkan.

Tender ini juga tidak menggunakan skema reverse auction dan diperuntukkan bagi pelaku usaha kualifikasi kecil, dengan syarat utama memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) di bidang konstruksi saluran air atau jaringan irigasi dan drainase, serta Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai klasifikasi KBLI 42201.

Selain itu, peserta diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu empat tahun terakhir, kecuali bagi usaha kecil yang baru berdiri dengan ketentuan tertentu sesuai regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah.

Hingga saat ini, tahapan tender ulang masih berada pada fase pengunduhan dokumen pemilihan.

Proyek ini sendiri masuk dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode 66200622 dan diharapkan dapat segera berjalan, mengingat pentingnya pembangunan drainase dalam mengurangi risiko banjir di kawasan ibu kota Kabupaten Gunung Mas tersebut.

Pos terkait