Kaltengpedia – Palangka Raya – Sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menjadi motor penggerak pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah. Berbagai program yang dijalankan secara kolaboratif terbukti membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, hingga memperkuat daya saing produk lokal.
Penjabat Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga menjadi sarana memperkenalkan identitas dan potensi lokal Kalimantan Tengah kepada pasar yang lebih luas. Karena itu, UMKM harus terus didorong agar semakin inovatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui berbagai program pendampingan, BI bersama pemerintah daerah berupaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital, mengakses pembiayaan, serta memperluas jaringan pemasaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih modern dan kompetitif.
Kolaborasi ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan lainnya, termasuk lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan organisasi pendukung UMKM. Dengan pendekatan yang terintegrasi, pelaku usaha memperoleh kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pangsa pasar.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak UMKM lokal yang mampu naik kelas dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (Yd/Kalped)






















