Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Festival Budaya Isen Mulang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Berbagai perlombaan permainan rakyat dan kearifan lokal turut memeriahkan festival budaya tahunan tersebut, salah satunya lomba Habayang atau gasing tradisional yang digelar di area GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya, Senin.
Lomba Habayang pada pelaksanaan FBIM 2026 terlihat cukup banyak menyedot perhatian masyarakat dan pengunjung yang memadati lokasi pertandingan.
Pelaksana lomba Habayang, Sulandra mengatakan perlombaan permainan tradisional tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian sekaligus melestarikan nilai-nilai warisan budaya masa lampau berupa permainan rakyat khas masyarakat Dayak.
Menurutnya, Habayang dalam budaya Dayak Ngaju merupakan permainan tradisional yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Kalimantan Tengah.
“Meskipun permainan serupa juga ada di daerah lain di Indonesia, namun setiap daerah memiliki sebutan dan ciri khas tersendiri,” ujarnya.
Bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, Habayang dimainkan menggunakan teknik dan strategi tinggi dengan tetap menjunjung sportivitas serta menghadirkan hiburan menarik bagi masyarakat.
Sulandra menjelaskan, permainan Habayang menggunakan sistem “Hatikam”, yakni saling melempar untuk mematikan gasing lawan.
“Bahan gasing terbuat dari kayu ulin dan gasing harus polos tidak boleh diukir. Untuk ukuran gasing tingginya sekitar 9 sentimeter dengan diameter sekitar 5,5 sentimeter,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Palangka Raya yang menyaksikan langsung perlombaan tersebut, Sony mengaku senang melihat permainan tradisional khas Kalimantan Tengah itu kembali ditampilkan dalam FBIM 2026.
Menurutnya, permainan Habayang sangat penting untuk terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Kita berharap lebih banyak lagi kalangan muda terlibat melestarikan permainan tradisional khas Dayak ini. Tidak hanya saat FBIM saja, tetapi juga dikembangkan dalam konteks yang lebih luas dan dimainkan pada berbagai event budaya lainnya,” harap Sony.






















