Angin Lemah Bikin Asap Terjebak, Udara Palangka Raya Masih Berbahaya

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA – Udara Palangka Raya masih berada dalam kondisi berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kecepatan angin yang rendah membuat asap dan partikel polutan bertahan lebih lama di sekitar wilayah perkotaan.

Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, menjelaskan bahwa sirkulasi udara yang tidak optimal membuat asap sulit menyebar. Dalam pemantauan, konsentrasi partikulat halus PM2,5 tercatat sangat tinggi. Partikel berukuran kecil itu dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan.

Saat pemantauan berlangsung, suhu udara Palangka Raya berada di sekitar 34 derajat Celsius. Kelembapan relatif mencapai sekitar 40 persen, sedangkan kecepatan angin hanya sekitar 2 kilometer per jam. BMKG memperkirakan angin dapat menguat hingga sekitar 10 kilometer per jam pada malam hari. Namun, masyarakat tetap perlu waspada karena perbaikan kualitas udara berlangsung secara bertahap.

Paparan asap berisiko bagi anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya. Hingga 13 September 2026, BPBD Kota Palangka Raya mencatat 503 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.038,18 hektare. Kondisi tersebut membuat pemerintah dan tim gabungan terus memperkuat pemadaman serta pemantauan di sejumlah titik.

Pos terkait