Anjangsana Jadi Wujud Kepedulian Pemprov Kalteng di Momentum HUT ke-69

Kaltengpedia – Palangkaraya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kegiatan anjangsana ke sejumlah panti asuhan di Palangka Raya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (6/5/2026).

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan, peringatan Hari Jadi tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Pada 23 Mei 2026 mendatang, Provinsi Kalimantan Tengah genap berusia 69 tahun. Ini menjadi momen untuk mempererat persatuan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial,” ujarnya saat mengunjungi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Berkah.

Ia menegaskan, kegiatan anjangsana merupakan implementasi nyata dari semangat gotong royong yang menjadi bagian dari falsafah hidup masyarakat Kalimantan Tengah.

“Anjangsana ini merupakan wujud kebersamaan dan semangat Huma Betang serta Belom Bahadat yang terus kita jaga,” katanya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah mengusung tema “Betang Huma Itah” yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak panti asuhan, tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga dukungan moral.

“Anak-anak membutuhkan kasih sayang, rasa aman, dan perhatian. Hal itu penting untuk membentuk masa depan mereka yang lebih baik,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak masyarakat untuk mengenang dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa dalam pembangunan daerah.

“Segala capaian pembangunan yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu,” ucapnya.

Sementara itu, Penasehat Yayasan Panti Berkah Sardimi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Gubernur beserta rombongan.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak Wakil Gubernur di Panti Berkah ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Panti Berkah masih memerlukan dukungan, khususnya dalam pengembangan fasilitas, termasuk sarana pendidikan bagi anak-anak binaan.

“Kami membina hampir 500 anak dari keluarga kurang mampu, namun belum memiliki gedung sekolah yang memadai. Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah,” katanya.

 

Pos terkait