Karhutla Kalteng Capai 9.440 Hektare, Status Darurat Berlaku hingga 29 September

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla Kalteng terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan evaluasi terbaru Satgas Karhutla Kalimantan Tengah, luas lahan yang terbakar telah mencapai 9.440,36 hektare. Data tersebut berasal dari 2.909 kejadian kebakaran yang tercatat di sejumlah wilayah.Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan besar. Cuaca kering dan munculnya titik api di sejumlah daerah membuat pemerintah harus memperkuat upaya pemadaman serta pencegahan. Petugas juga perlu mengantisipasi kebakaran yang dapat kembali muncul, terutama di lahan gambut.

Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas dan luasan kebakaran yang tinggi. Sementara itu, Kota Palangka Raya tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak. Pemerintah terus melakukan pemantauan untuk menentukan wilayah prioritas dan menyesuaikan kebutuhan penanganan di lapangan.Pemprov Kalteng masih memberlakukan status tanggap darurat bencana karhutla. Status tersebut berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026. Pemerintah dapat mengevaluasi kembali kebijakan itu berdasarkan perkembangan kebakaran, kondisi cuaca, serta kebutuhan penanganan di setiap wilayah.

Untuk mendukung operasi, Pemprov Kalteng menyiapkan dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga atau BTT sebesar Rp45,815 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat sarana dan prasarana penanganan karhutla. Dukungan itu mencakup pengadaan 30 mesin pemadam, 1.500 rol selang, 50 kendaraan roda tiga pengangkut air, tiga drone termal, dan 500 alat pelindung diri.Pemerintah juga memperpanjang pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC hingga 19 September 2026. Upaya tersebut bertujuan membantu menciptakan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan. Selain itu, penanganan karhutla di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, terus berlanjut. Petugas kini melakukan pendinginan dan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala.

Penanganan Karhutla Kalteng turut mencakup perlindungan masyarakat terdampak. Pemprov menyiapkan 1.100 paket bantuan, distribusi air bersih, serta dukungan kebutuhan kesehatan. Saat ini, pemerintah juga mencatat ketersediaan 87 sarana air bersih dan 237 sumur bor di sejumlah wilayah.Dari sisi kekuatan personel, sebanyak 10.700 petugas akan dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Unsur yang terlibat meliputi pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan berbagai pihak lainnya. Dukungan udara juga diperkuat dengan enam helikopter serta satu pesawat bantuan BNPB. Sebagian helikopter digunakan untuk mendukung pemadaman dari udara.

Pemprov Kalteng masih mengusulkan tambahan dukungan kepada pemerintah pusat. Bantuan yang dibutuhkan antara lain dua hingga tiga unit helikopter water bombing, tangki fleksibel, dan truk tangki. Tambahan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran, khususnya di wilayah gambut yang sulit dipadamkan.Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perkembangan Karhutla Kalteng. Warga perlu menghindari aktivitas pembakaran lahan dan segera melaporkan kemunculan titik api. Pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi, pengawasan, serta pelayanan kesehatan agar dampak kebakaran dan asap terhadap masyarakat dapat ditekan.

Pos terkait