kaltengpedia.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan pada tahun 2025, dinamika perebutan kursi Ketua KNPI mulai memanas. Muhammad Alfian Mawardi, SH, yang menjabat sebagai Ketua KNPI Kalteng periode 2021–2024, akan segera mengakhiri masa kepemimpinannya.
Namun, satu pertanyaan krusial masih menggantung di udara: ke mana arah restu Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran? Dalam politik kepemudaan daerah, restu dari Gubernur yang juga merupakan tokoh pemuda nasional—masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi peta kekuatan dan arah dukungan di KNPI.
Tujuh Kandidat, Satu Kursi Panas
Litbang Kaltengpedia mencatat ada tujuh nama yang disebut-sebut masuk bursa calon Ketua KNPI Kalteng 2025–2028. Masing-masing membawa kekuatan, basis dukungan, serta latar belakang yang beragam.
1. Muhammad Alfian Mawardi, SH
Sebagai petahana, Alfian membawa modal besar berupa pengalaman dan jejaring struktural. Jika kembali mencalonkan diri, ia berpeluang kuat mempertahankan kursi ketua, namun desakan regenerasi bisa menjadi tantangan utama.
2. Akhmad Rusdiyan Noor, S.Kom
Sekjen KNPI Kalteng yang dikenal loyal dan bekerja senyap ini disebut-sebut sebagai penerus ideal dari dalam organisasi. Jika petahana memilih tidak maju, besar kemungkinan Rusdiyan menjadi pilihan natural dari internal.
3. Chris Philip Alessandro
Sebagai Ketua OKK KNPI sekaligus Plt Dirut Jamkrida Kalteng, Chris mengusung semangat pemuda profesional. Gaya kepemimpinan terbuka dan jejaringnya di sektor ekonomi membuatnya dilirik oleh banyak kalangan, termasuk lingkar birokrasi muda.
4. Ahmada Dahlan
Ketua KPID Kalteng ini membawa kekuatan dari dunia media dan komunikasi. Meskipun belum lama aktif di struktur KNPI, dukungan komunitas seni dan budaya menjadi kelebihan yang bisa ditawarkan.
5. Oki Maulana Razak
Anggota DPRD Kalteng dan Wakil Ketua KNPI ini membawa kekuatan politik dan pengalaman legislatif. Bila mendapatkan restu Gubernur, ia bisa menjadi figur kuat yang mampu menjembatani KNPI dengan kebijakan pemerintahan.
6. Raka Lesmana
Sekjen Tidar Kalteng, yang mewakili kelompok pemuda dari sayap partai politik. Raka memiliki pengalaman dalam pengkaderan dan konsolidasi lintas organisasi, namun perlu membangun dukungan kuat dari OKP independen.
7. Arifudin R. Sehe
Wakil Ketua KNPI Kalteng ini belakangan muncul sebagai figur pemersatu yang mendapatkan dukungan terbuka dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Tengah. GMNI menilai Arifudin sebagai tokoh muda yang membawa semangat kebangsaan dan inklusivitas. Sosoknya dinilai mampu merangkul perbedaan dan menjembatani keragaman kepemudaan dalam tubuh KNPI.
Arah Restu Gubernur Jadi Penentu
Sebagai figur sentral pemuda nasional sekaligus kepala daerah, Agustiar Sabran memegang pengaruh besar dalam konstelasi KNPI Kalteng. Dalam periode sebelumnya, dukungannya memainkan peran penting dalam menguatkan posisi Alfian sebagai Ketua KNPI. Kini, apakah restu tersebut akan dilanjutkan kepada penerus dari internal, atau justru bergeser kepada figur baru yang lebih inklusif dan progresif, menjadi tanda tanya besar.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur mengenai siapa yang akan didukung. Namun dinamika di lapangan dan arah komunikasi sejumlah kandidat dengan lingkaran dekat Gubernur mulai menunjukkan adanya tarikan dukungan ke beberapa nama.
Adu Visi Menuju Musda XV
Musda KNPI Kalteng 2025 diprediksi akan menjadi ruang adu visi, strategi, dan semangat kebaruan. Isu-isu seperti keterlibatan pemuda dalam digitalisasi pembangunan, partisipasi politik yang sehat, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan karakter kebangsaan menjadi topik penting yang akan mengemuka.
Dukungan dari OKP peserta penuh, DPD KNPI kabupaten/kota, serta kelompok pemuda independen akan menjadi kunci kemenangan. Namun pada akhirnya, siapa yang mendapatkan restu politik dari elite, dan sekaligus mampu membangun legitimasi moral dari pemuda akar rumput, akan menjadi pemilik sah kursi Ketua KNPI Kalteng 2025.






















