DKPP Barsel Soroti Minimnya Petugas POPT, Empat Kecamatan Belum Terlayani

Dok : Istimewa

kaltengpedia.com – Buntok – Gangguan hama dan penyakit tanaman masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani di Kabupaten Barito Selatan. Di tengah upaya peningkatan produksi pertanian, keterbatasan jumlah petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menjadi salah satu kendala dalam penanganan berbagai permasalahan di sektor pertanian.

Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Barito Selatan, Sunawati, S.H., M.AP, mengatakan para penyuluh pertanian terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menangani serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang kerap terjadi di lapangan.

“Gangguan hama dan penyakit masih sering terjadi pada tanaman milik kelompok tani. Penyuluh selalu berkoordinasi dengan dinas untuk penanganannya,” ujar Sunawati saat ditemui di kantornya, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, jumlah petugas POPT yang bertugas di Barito Selatan saat ini sangat terbatas. Dari sebelumnya tersebar di beberapa kecamatan, kini hanya tersisa dua petugas aktif yang masih menjalankan tugas pengawasan dan pengendalian hama tanaman.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat adanya perpindahan sejumlah petugas ke instansi lain serta adanya petugas yang telah memasuki masa purna tugas. Akibatnya, cakupan layanan pengendalian hama dan penyakit tanaman belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.

“Saat ini hanya ada dua petugas POPT. Satu bertugas di Kecamatan Gunung Bintang Awai, sedangkan satu lainnya merangkap sebagai koordinator kabupaten sekaligus menangani wilayah Kecamatan Karau Kuala,” jelasnya.

Keterbatasan sumber daya manusia tersebut menyebabkan sejumlah kecamatan belum memiliki petugas POPT. Kecamatan Jenamas, Dusun Hilir, Dusun Utara, dan Dusun Selatan menjadi wilayah yang saat ini belum terlayani secara khusus oleh tenaga pengendali organisme pengganggu tumbuhan.

Padahal, keberadaan petugas POPT sangat penting dalam mendukung produktivitas sektor pertanian. Selain melakukan pemantauan terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman, petugas juga berperan memberikan pendampingan teknis kepada petani terkait metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan.

DKPP Barito Selatan berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat memberikan dukungan melalui penambahan tenaga POPT sesuai usulan yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah.

“Kami berharap ada penambahan petugas POPT agar seluruh wilayah dapat terlayani dengan baik, sehingga kendala petani, khususnya serangan hama dan penyakit tanaman, bisa ditangani secara optimal,” pungkas Sunawati.

Dengan penambahan tenaga POPT, diharapkan pelayanan perlindungan tanaman di Kabupaten Barito Selatan dapat semakin maksimal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas pertanian yang lebih baik. (Yd/Kalped)

Pos terkait