Enam Wakil Kalteng di DPR RI, Sejauh Mana Kinerja Mereka ?

Dok. Istimewa

kaltengpedia.com – Enam wakil Kalimantan Tengah di DPR RI membawa mandat besar dari Bumi Tambun Bungai ke pusat kekuasaan. Mereka adalah H. Iwan Kurniawan, Sigit K. Yunianto, Bias Layar, Andina Theresia Narang, Muhammad Syauqi, dan Bambang Purwanto.

Berada di komisi berbeda, masing-masing memiliki ruang perjuangan yang tidak sama. H. Iwan Kurniawan di Komisi II bersentuhan dengan pemerintahan, pertanahan dan tata ruang. Sigit K. Yunianto di Komisi XII berada pada sektor energi, sumber daya mineral dan lingkungan. Bias Layar di Komisi XIII memiliki ruang kerja di bidang hukum dan regulasi. Andina Theresia Narang di Komisi I berkaitan dengan pertahanan, luar negeri, komunikasi dan digitalisasi. Muhammad Syauqi di Komisi V memiliki perhatian pada infrastruktur, transportasi dan konektivitas, sementara Bambang Purwanto di Komisi IV bersentuhan dengan pertanian, kehutanan dan pangan.

Perbedaan bidang tersebut justru menjadi peluang besar bagi Kalteng. Sebab persoalan daerah tidak berdiri sendiri. Jalan dan jembatan berkaitan dengan ekonomi, energi berkaitan dengan investasi, pertanian berkaitan dengan ketahanan pangan, kehutanan berkaitan dengan lingkungan, sementara pemerintahan, hukum dan digitalisasi menjadi fondasi pelayanan publik serta pembangunan yang lebih merata.

Kalteng memiliki wilayah yang luas dan kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun potensi tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan masyarakat. Di sinilah peran wakil daerah di Senayan menjadi penting.

Masyarakat tentu tidak hanya membutuhkan wakil yang hadir dalam ruang sidang DPR RI. Mereka membutuhkan suara yang mampu membawa persoalan Kalteng ke tingkat nasional, memperjuangkannya dalam pembahasan kebijakan dan anggaran, sekaligus mengawal agar hasilnya benar-benar kembali dirasakan masyarakat.

Enam nama tersebut memiliki enam ruang perjuangan. Namun kepentingannya tetap satu: Kalimantan Tengah.

Jika komunikasi dan agenda perjuangan dapat dibangun secara bersama, posisi Kalteng di Senayan akan semakin kuat. Aspirasi tentang infrastruktur, pemerataan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, konektivitas digital hingga kepastian hukum dapat diperjuangkan melalui jalur yang berbeda tetapi menuju tujuan yang sama.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan wakil Kalteng bukan sekadar seberapa sering mereka tampil di ruang politik, melainkan seberapa jauh keberadaan mereka mampu menghadirkan perubahan bagi daerah.

Enam wakil, enam bidang, satu suara: memperjuangkan Kalimantan Tengah.

Bumi Tambun Bungai tidak hanya membutuhkan representasi. Kalteng membutuhkan perjuangan yang nyata, konsisten dan terukur agar potensi besar daerah benar-benar berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait