Kaltengpedia – Sukamara – Pemerintah Kabupaten Sukamara terus memperkuat sektor pangan sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan pertanian, peningkatan produksi pangan lokal, hingga penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Bupati Sukamara, Masduki menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi salah satu kunci penting dalam mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, ketika daerah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, maka gejolak harga akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat diminimalkan.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini fokus meningkatkan produksi sejumlah komoditas strategis seperti padi, hortikultura dan tanaman pangan lainnya. Selain itu, pemberdayaan petani lokal juga terus dilakukan agar produktivitas pertanian meningkat dari tahun ke tahun.
“Pemerintah Kabupaten Sukamara terus mengupayakan kemandirian pangan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Masduki.
Pemkab Sukamara menilai ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau. Karena itu, pembangunan sektor pertanian menjadi prioritas penting dalam mendukung perekonomian daerah.
Langkah penguatan pangan tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional melalui penguatan cadangan pangan, distribusi, serta pengendalian inflasi daerah.
Selain meningkatkan produksi pertanian, Pemkab Sukamara juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan pangan lokal berbasis masyarakat. Program ini dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Masduki berharap seluruh pihak, termasuk kelompok tani dan masyarakat, dapat mendukung program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah. Dengan kolaborasi tersebut, Sukamara diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang kuat, mandiri dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah optimistis langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum. (Yd/Kalped)





















