Kaltengpedia – Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan serapan tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, transformasi digital, dan kebutuhan industri modern yang semakin kompleks.
Menurutnya, pelatihan vokasi memiliki peran penting sebagai jembatan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan pasar kerja.
“Perkembangan teknologi, transformasi digital, dan meningkatnya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kompeten menuntut adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” ujarnya.
Arbert menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen mendukung berbagai program peningkatan kualitas tenaga kerja sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, serta membangun karakter kerja profesional yang dibutuhkan dunia kerja saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan peluang kerja masyarakat melalui pembekalan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.
Sebanyak 40 peserta yang telah lolos proses seleksi mengikuti pelatihan tersebut. Adapun bidang pelatihan yang dibuka meliputi kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui program Operator Komputer Muda, kejuruan Bisnis dan Manajemen dengan program Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta kejuruan Teknik Otomotif melalui program Service Sepeda Motor Konvensional.
Selain pembelajaran teknis sesuai bidang kejuruan, peserta juga mendapatkan pelatihan soft skill yang mencakup pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim guna meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Seluruh peserta akan mengikuti pembelajaran teori dan praktik berbasis kompetensi yang dibimbing oleh instruktur dari UPTD Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya. Di akhir program, peserta akan menjalani uji kompetensi berstandar nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi sesuai skema sertifikasi masing-masing kejuruan.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten, siap kerja, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan industri, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru yang dapat memperkuat perekonomian daerah.






















