Listrik Padam Bergilir, Pelaku Usaha di Palangka Raya Kehilangan Omzet hingga Stok Rusak

Dok : Ilustrasi

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Palangka Raya dalam beberapa pekan terakhir berdampak terhadap aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omzet penjualan serta kerugian akibat rusaknya bahan baku yang membutuhkan penyimpanan pada suhu dingin.

Salah satu pelaku usaha makanan dan minuman di Palangka Raya, Anggi Hermawan Saputra, mengatakan pemadaman listrik menyebabkan operasional usahanya terganggu. Selain mengurangi kenyamanan pelanggan, padamnya listrik juga membuat berbagai peralatan pendukung usaha, seperti pendingin makanan dan jaringan internet, tidak dapat berfungsi secara optimal.

Menurut Anggi, stok bahan makanan, khususnya produk frozen food dan minuman yang harus disimpan di dalam freezer, mengalami kerusakan karena listrik padam dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut mengakibatkan kerugian tambahan di luar penurunan pendapatan harian.

Ia memperkirakan omzet usahanya mengalami penurunan sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan saat kondisi pasokan listrik masih normal. Berkurangnya jumlah pelanggan juga dipengaruhi oleh terganggunya fasilitas seperti pendingin ruangan, pencahayaan, hingga layanan Wi-Fi yang selama ini menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan sebagai langkah manajemen beban secara terbatas untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan. Kebijakan tersebut diterapkan setelah terjadi gangguan operasional pada salah satu unit pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) sehingga pasokan daya ke sistem belum optimal.

PLN menyampaikan bahwa gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara. Saat ini perusahaan terus melakukan percepatan pemulihan melalui optimalisasi pembangkit yang tersedia dan pengaturan operasi sistem agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman bergilir tersebut.

Para pelaku UMKM berharap proses pemulihan sistem kelistrikan dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan normal. Stabilitas pasokan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan usaha, terutama bagi sektor kuliner yang sangat bergantung pada peralatan pendingin dan layanan berbasis listrik. (Yd)

Pos terkait