Kaltengpedia.com – PANGKALAN BUN – Asap Pangkalan Bun menyelimuti ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kondisi paling parah terjadi pada kilometer 15 hingga kilometer 22 karena asap tebal menurunkan jarak pandang pengguna jalan.Posko Induk Karhutla Kotawaringin Barat mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari jalur tersebut. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya menunda perjalanan sampai kondisi kembali aman. Asap tebal tidak hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat Samuel membenarkan imbauan tersebut. Ia meminta pengendara tidak memaksakan diri melintasi kawasan yang masih tertutup asap. Masyarakat yang sudah berada di sekitar lokasi juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas.
Danton Tim Reaksi Cepat BPBD Kotawaringin Barat Sayed Abdul Badawi mengatakan kondisi asap di sepanjang kilometer 15 hingga kilometer 22 cukup ekstrem. Kepulan asap bahkan mengepung petugas yang sedang menangani kebakaran. Situasi tersebut menyulitkan personel untuk melihat kondisi sekitar dan bergerak menuju titik api.Petugas tetap berupaya memadamkan kebakaran selama kondisi memungkinkan. Namun, keselamatan personel menjadi pertimbangan utama. Jika asap semakin pekat, petugas dapat mundur sementara untuk menghindari gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Selain menghambat proses pemadaman, asap Pangkalan Bun juga mengganggu aktivitas warga yang menggunakan jalur penghubung menuju Kotawaringin Lama. Pengendara berpotensi kesulitan melihat badan jalan maupun kendaraan lain. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan tetap melintas ketika jarak pandang memburuk.Posko Induk Karhutla Kobar juga mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki asma atau gangguan pernapasan, agar menjauhi kawasan dengan asap pekat. Warga perlu segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, batuk berat, atau keluhan kesehatan lainnya.Hingga Minggu (13/9/2026), petugas masih melakukan penanganan karhutla di kawasan tersebut. Masyarakat diharapkan memantau informasi terbaru dari petugas dan memilih jalur lain apabila perjalanan tidak dapat ditunda.





















