Stadion Tuah Pahoe Terdampak Kabut Asap, Laga Isenmulang FC Dipindah ke Gianyar

Dok : Istimewa

Kaltengpedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla berdampak pada agenda sepak bola di Kalimantan Tengah. Laga kandang Isenmulang Kalteng FC melawan Bali United harus dipindahkan dari Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.Pertandingan tersebut seharusnya menjadi laga kandang perdana Isenmulang FC pada kompetisi Super League 2026/2027. Namun, kondisi udara di Palangka Raya membuat penyelenggara mempertimbangkan kembali aspek kesehatan dan keselamatan pemain serta perangkat pertandingan.Sekretaris Asprov PSSI Kalteng, Sigit Widodo, mengatakan kabut asap masih menyelimuti Palangka Raya pada Sabtu, 12 September 2026. Dampak asap juga terasa di sekitar Stadion Tuah Pahoe yang menjadi markas Isenmulang Kalteng FC.

Menurut Sigit, kabut asap dapat mengurangi jarak pandang ketika konsentrasinya meningkat. Bau asap juga masih terasa di udara. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perubahan lokasi pertandingan.Pemindahan venue membuat Bali United bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu. Duel kedua tim tetap berlangsung pada Sabtu malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Isenmulang FC yang seharusnya tampil di depan pendukungnya sendiri harus menjalani laga tandang.Perubahan tersebut menjadi salah satu dampak langsung karhutla terhadap aktivitas olahraga. Bencana asap tidak hanya mengganggu kegiatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi agenda kompetisi sepak bola berskala nasional.

Stadion Tuah Pahoe tetap disiapkan sebagai markas Isenmulang FC pada musim 2026/2027. Setelah menghadapi Bali United, Isenmulang dijadwalkan kembali menggunakan stadion tersebut saat menjamu Persebaya Surabaya pada 9 Oktober 2026.Kondisi kabut asap menjadi perhatian bersama agar agenda pertandingan berikutnya tidak kembali terganggu. Kepastian penggunaan stadion akan sangat bergantung pada perkembangan karhutla dan kualitas udara di Palangka Raya.

Pos terkait