Kaltengpedia.com – PALANGKA RAYA – Pertamina menambah pasokan BBM Kalteng sekitar 10 persen dari kondisi sebelumnya untuk mempercepat normalisasi antrean di sejumlah SPBU. PT Pertamina Patra Niaga menyatakan penambahan stok ini dilakukan setelah terjadi peningkatan peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga. Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga Donny Prasetya mengatakan, antrean BBM mulai menunjukkan perbaikan meskipun penyesuaian penyaluran masih terus dilakukan.
Donny menjelaskan, perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite diperkirakan mencapai sekitar 7 persen di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Perubahan pola konsumsi tersebut meningkatkan tekanan terhadap kebutuhan Pertalite di sejumlah SPBU. Untuk mengantisipasi kondisi itu, Pertamina mempertebal stok sekitar 10 persen dibandingkan sebelumnya. Pertamina juga menyampaikan adanya kedatangan kapal yang membawa tambahan pasokan guna memperkuat kelancaran distribusi BBM di Kalteng.
Berdasarkan kuota yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kebutuhan Pertalite di Kalimantan Tengah berada di kisaran 270 kiloliter per hari. Pertamina berupaya menyesuaikan penyaluran dengan kebutuhan masyarakat agar ketersediaan BBM tetap terjaga. Langkah ini dilakukan di tengah keluhan warga mengenai antrean panjang, ketersediaan BBM, dan kenaikan harga yang berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Resah mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga untuk menyampaikan keberatan terkait kondisi harga dan ketersediaan BBM di Kalimantan Tengah. Massa mendesak Pertamina mengevaluasi kebijakan penyesuaian harga, menjelaskan dasar kenaikan secara transparan, serta menjamin kelancaran distribusi di setiap SPBU. Mereka juga meminta koordinasi dengan pemerintah untuk membahas harga BBM dan keterbukaan informasi mengenai kuota harian penyaluran. Masyarakat kini menantikan realisasi tambahan pasokan tersebut agar antrean BBM segera terurai.




















