Kaltengpedia – Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyiapkan sekitar 30 pos lapangan (poslap) yang tersebar di 30 kelurahan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman fenomena El Nino.
Analis Kebencanaan BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan, keberadaan poslap menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan karhutla di tingkat wilayah.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 30 poslap yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya,” ujar Balap Sipet di Palangka Raya, Sabtu.
Menurutnya, poslap memiliki peran penting sebagai pusat kendali operasional dalam upaya pencegahan, penanggulangan, hingga penanganan kebakaran di lapangan. Keberadaan poslap juga dinilai mampu mempercepat respons saat muncul titik api maupun potensi kebakaran.
“Dengan adanya poslap, seluruh unsur yang terlibat seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga masyarakat peduli api dapat bekerja secara terpadu dan terarah,” katanya.
Balap menjelaskan, fungsi poslap tidak hanya memantau kejadian kebakaran, tetapi juga melakukan deteksi dini, pengumpulan data, pemetaan wilayah rawan, hingga penyebaran informasi kepada masyarakat.
Selain itu, poslap juga menjadi pusat komunikasi antarinstansi dan pengendalian operasi pemadaman agar penanganan di lapangan berjalan lebih efektif dan cepat.
“Poslap juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dalam upaya pencegahan, tim BPBD akan melakukan patroli rutin ke wilayah rawan karhutla, memantau hotspot, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman seperti mesin pompa, selang, embung air, hingga kendaraan operasional.
BPBD Kota Palangka Raya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memperkuat langkah pencegahan karhutla. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni pembangunan embung atau penampungan air di kawasan rawan kebakaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya.
“Nantinya embung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air saat terjadi kebakaran,” jelas Balap.
Ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. (AR/Kalped)






















