Enam Gubernur Legendaris Kalimantan Tengah dan Terobosan Mereka untuk Daerah

kaltengpedia.com – Sepanjang sejarah Provinsi Kalimantan Tengah sejak berdiri pada 1957, enam nama gubernur tercatat sebagai figur legendaris yang membawa pengaruh besar dalam pembangunan daerah. Mereka tidak hanya memimpin, tetapi juga menorehkan berbagai terobosan strategis di bidang pemerintahan, infrastruktur, hingga kesejahteraan masyarakat.

Berikut catatan perjalanan dan pencapaian masing-masing gubernur :

R.T.A. Milono

Masa Jabatan: 1 Januari 1957 – 30 Juni 1958
Terobosan:

  • Gubernur pertama yang menjabat sejak Kalimantan Tengah resmi dimekarkan dari Kalimantan Selatan.

  • Menata struktur awal pemerintahan provinsi dan membentuk pondasi administratif wilayah baru.

  • Berperan penting dalam konsolidasi wilayah dan koordinasi lintas kabupaten.

Tjilik Riwut

Masa Jabatan: 30 Juni 1958 – 17 Februari 1967
Terobosan:

  • Menetapkan dan membangun Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalteng.

  • Menjaga stabilitas keamanan pasca pemberontakan DI/TII dan Mandau Talawang Pancasila.

  • Menguatkan identitas Dayak dan memajukan keterwakilan adat dalam pemerintahan.

  • Pahlawan nasional yang mengintegrasikan pendekatan budaya dalam kebijakan pembangunan.

Willy Ananias Gara

Masa Jabatan: 3 Oktober 1978 – 7 Oktober 1983
Terobosan:

  • Mendorong efisiensi birokrasi dan peningkatan kualitas ASN.

  • Memperkuat fungsi DPRD dalam menyuarakan kebutuhan rakyat.

  • Mengembangkan sistem perencanaan pembangunan regional berbasis potensi lokal.

Asmawi Agani

Masa Jabatan: 8 Maret 2000 – 23 Maret 2005
Terobosan:

  • Menata kembali sistem pembangunan daerah pascareformasi.

  • Fokus pada perencanaan tata ruang, pembangunan pedesaan, dan program pemulihan ekonomi.

  • Meningkatkan efektivitas pengelolaan dana pembangunan lintas kabupaten/kota.

Agustin Teras Narang

Masa Jabatan: 4 Agustus 2005 – 3 Agustus 2015 (dua periode)
Terobosan:

  • Mendorong keterbukaan informasi dan transparansi pemerintahan.

  • Menggalakkan pembangunan infrastruktur jalan lintas kabupaten, jembatan penghubung antarwilayah, dan pemekaran wilayah administratif.

  • Meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan mendorong pelestarian budaya Dayak lewat program-program berbasis kearifan lokal.

  • Aktif memperjuangkan hak daerah di pusat, khususnya terkait dana bagi hasil dan otonomi daerah.

H. Sugianto Sabran

Masa Jabatan: 25 Mei 2016 – 20 Februari 2025
Terobosan:

  • Program “Kalteng Menyala” berhasil menghadirkan listrik ke pedalaman lewat kombinasi PLN dan PLTS.

  • Capaian peningkatan IPM dari 69,13 (2016) ke 73,73 (2023) serta penurunan kemiskinan dan pengangguran ke angka nasional terendah.

  • Mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi dan pemberdayaan koperasi.

  • Program budidaya udang vaname menghasilkan puluhan miliar rupiah, meningkatkan pendapatan nelayan lokal.

  • Menunjukkan kepemimpinan pro-rakyat dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah provinsi.

Keenam gubernur ini merupakan pilar sejarah dan pembangunan Kalimantan Tengah. Dari R.T.A. Milono yang merintis, Tjilik Riwut sang pahlawan nasional, hingga Sugianto Sabran dengan inovasi pembangunan desa, mereka telah membentuk wajah Kalteng yang terus berkembang menuju kemajuan.

Sumber Referensi:

  • Biro Adpim Setda Kalteng

  • Kompas Regional

  • Diskop UKM Kalteng

  • Media Indonesia

  • Wikipedia Resmi

  • Kementerian Dalam Negeri RI

  • Tabengan News

Pos terkait