kaltengpedia.com – Konflik Israel-Iran yang memanas diprediksi berdampak terhadap harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak tersebut juga akan berdampak terhadap sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, sejumlah BUMN akan terpengaruh kenaikan harga minyak dunia terutama di sektor tambang, energi, dan transportasi.
Seiring hal itu, Erick telah meminta BUMN melakukan tres stress dengan ketahanan perusahaan seiring situasi global saat ini. Ia telah mengirimkan pesan singkat kepada seluruh direksi BUMN untuk mengingatkan beberapa hal termasuk aksi korporasi hingga utang jatuh tempo. “Saya minta review capex (capital expenditure atau belanja modal) dan opex,” tutur dia.
Ia mengatakan, pihaknya harus perkirakan posisi mata uang asing dalam lima bulan ke depan.”Kita mesti prediksi lima bulan ke depan seperti apa. Apakah dolar AS tetap seperti ini? Atau nanti ada stabilitas baru. Lalu pangan seperti apa,” kata dia.
Erick Thohir telah mengingatkan seluruh direksi BUMN untuk mencermati dinamika saat ini. Selain itu, ia juga meminta direksi BUMN memberikan laporan paling lambat dalam dua minggu ini. “Semua dirut, semua direktur keuangan, business risk untuk ingatkan dan saya minta nanti satu-dua minggu lagi coba bikin laporan,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir buka suara terkait kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah dampak serangan balasan Iran ke Israel. Erick menegaskan, pihaknya akan mengikuti keputusan Kementerian ESDM sebagai regulator yang berwenang menentukan harga BBM tidak berubah hingga Juni 2024.
“Kita ngikut regulator, kebijakannya seperti apa dari pemerintah, ya kita melakukan tentu adjustment-adjustment seperti apa yang diharapkan pemerintah,” kata Erick Thohir di Kementerian BUMN, Rabu (17/4/2024).
Dia menuturkan, BUMN sebagai tangan panjang Pemerintah, pihaknya siap membantu masyarakat yang memerlukan bantuan dari Pemerintah. Contohnya, Pemerintah sudah memberikan subsidi listrik, subsidi BBM, hingga bantuan sosial dari berbagai Kementerian.
“Karena kita kan sebagai tangan panjang pemerintah ketika memang rakyat kita membutuhkan bantuan pemerintah. Seperti yang kita lakukan hari ini, seperti subsidi listrik, subsidi BBM, atau kemarin penyaluran daripada bantuan sosial dari berbagai kementerian, baik yang berupa barang atau uang tunai. Kita coba bantu pakai ekosistem kita,” ujarnya.
Sejauh ini, berkat sinergitas BUMN dengan seluruh Kementerian, distribusi berbagai bantuan dari Pemerintah bisa berjalan dengan baik dan transparan.
“Alhamdulillah kalau kita lihat dengan sinergisitas BUMN dengan seluruh kementerian programnya, itu deteksi penyimpangan jauh, sekarang lebih prudent, lebih terukur karena menggunakan sistem perbankan, memakai PT Pos, memakai distribution channel yang ada. Jadi kita berusaha menjaga kebocoranlah,” pungkasnya.






















