Samsul Rizal: SDM Berkualitas Jadi Kunci Koperasi Mampu Bersaing di Era Digital

Dok : MMC Kota Palangka Raya

Kaltengpedia – Palangka Raya – Keberhasilan sebuah koperasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Pengurus koperasi kini dituntut tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga mampu membaca peluang usaha serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal saat membuka kegiatan Pelatihan SDM Pengurus Koperasi Kelurahan di Aula Hotel Putra Kahayan Palangka Raya, Rabu (15/4/2026).

Menurut Samsul, terdapat sejumlah aspek krusial yang menjadi fokus pengembangan koperasi di Kota Palangka Raya guna mendukung keberhasilan dan daya saing koperasi ke depan.

Ia menjelaskan, fokus utama diarahkan pada peningkatan kompetensi pengurus secara menyeluruh, mulai dari pemahaman standarisasi laporan keuangan, tertib administrasi, hingga penyusunan rencana bisnis yang strategis.

“Selain itu, penguatan manajemen pemasaran dan tata kelola simpan pinjam menjadi instrumen penting agar koperasi dapat tumbuh menjadi lembaga yang profesional, bertalenta, dan memiliki daya saing tinggi di pasar yang lebih luas,” ucapnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, transformasi menuju digitalisasi koperasi dinilai menjadi langkah penting yang harus segera diterapkan. Pemerintah mendorong pengurus koperasi mulai beralih ke sistem pelaporan berbasis digital guna menjamin transparansi, memudahkan pengawasan, serta mempercepat pelayanan kepada anggota.

Menurutnya, modernisasi sistem kerja koperasi akan mampu memangkas birokrasi internal yang kaku sekaligus menciptakan tata kelola yang lebih efisien dan profesional.

Namun demikian, Samsul menekankan bahwa penguasaan teknis dan digital juga harus dibarengi dengan penguatan mentalitas pengurus sebagai fondasi organisasi, terutama dalam penerapan etika bisnis dan nilai kejujuran.

“Penanaman nilai-nilai kejujuran dan etika bisnis yang sehat menjadi hal yang harus diperhatikan dalam mengelola dana masyarakat. Integritas inilah yang nantinya akan menjaga kepercayaan anggota dan memastikan koperasi tetap berjalan di jalur yang benar,” jelasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut Samsul, berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembinaan koperasi secara berkelanjutan agar koperasi mampu menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi masyarakat di daerah. (Yd/Kalped)

Pos terkait