Kaltengpedia – Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya melalui Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menghadiri acara Ritual Pakanan Sahur dan Mapas Lewu Pahandut yang digelar di Balai Basarah Tuyang Hasuling Riwut Pahandut, Palangka Raya, Jumat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Palangka Raya, tokoh adat, tokoh agama Hindu Kaharingan, serta masyarakat setempat.
Prosesi ritual berlangsung khusyuk dan tertib dengan diikuti para undangan serta warga masyarakat. Rangkaian kegiatan sarat makna budaya dan spiritual yang mencerminkan kekayaan tradisi Dayak yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kota Palangka Raya.
Pakanan Sahur Lewu merupakan ritual syukuran tahunan dalam ajaran Hindu Kaharingan yang dilaksanakan masyarakat Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah.
Selain itu, ritual tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian prosesi Mamapas Lewu yang bertujuan membersihkan kampung secara lahir dan batin dari berbagai pengaruh negatif.
Dalam konteks khusus, ritual Pakanan Sahur digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah, keselamatan, dan kesejahteraan yang diberikan kepada masyarakat.
Ritual tersebut juga dimaknai sebagai doa bersama agar kehidupan masyarakat senantiasa diberikan kedamaian, kesehatan, dan dijauhkan dari berbagai marabahaya.
Dalam kesempatan tersebut, Arbert Tombak menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap pelaksanaan ritual adat dan keagamaan yang terus terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
“Pakanan Sahur Lewu dan Mapas Lewu merupakan warisan leluhur dan budaya yang sarat nilai spiritual, kebersamaan, serta kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan,” ucapnya.
Ia menegaskan kehadiran Pemerintah Kota Palangka Raya dalam ritual tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pengurus Hindu Kaharingan Kecamatan Pahandut secara khusus dan umat Hindu Kaharingan secara umum dalam menjaga serta melestarikan budaya daerah.






















