Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Risiko Karhutla Meningkat

Dok : MMC Kota Palangka Raya

Kaltengpedia – Palangka Raya – Musim kemarau 2026 di Kota Palangka Raya diperkirakan berlangsung lebih awal dan cukup panjang sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Kelurahan Pahandut.

Ia menjelaskan, berdasarkan data dan prediksi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, musim kemarau diperkirakan terjadi mulai Mei hingga Agustus 2026.

“Kondisi cuaca yang kering meningkatkan risiko terjadinya karhutla serta berpotensi menurunkan kualitas udara,” ujarnya.

Untung mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga memicu kabut asap. (Yd/Kalped)

Pos terkait