BKSDA Kalteng Tanamkan Edukasi Pelestarian Satwa Sejak Usia Dini

Dok : MMC Kota Palangka Raya

Kaltengpedia – Palangka Raya – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng) terus menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan sejak usia dini melalui program edukasi satwa bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Salah satu kegiatan tersebut dilakukan saat BKSDA Kalteng menerima kunjungan 117 murid TK Al-Azhar Palangka Raya di kantor BKSDA Kalteng, Kamis (23/4/2026).

Dalam kegiatan itu, para murid dibagi dalam dua gelombang agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian edukasi secara optimal.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalteng, Agnes Indra Mahanani mengatakan, kegiatan edukasi tersebut merupakan program rutin yang telah dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir sebagai upaya mengenalkan pentingnya pelestarian satwa liar kepada generasi muda.

“Kami menerima kunjungan edukasi dari anak-anak TK Al-Azhar Palangka Raya. Kegiatan ini merupakan program rutin sebagai upaya mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pelestarian satwa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para murid diajak mengenal berbagai jenis satwa yang berada di kandang transit milik BKSDA Kalteng. Satwa-satwa tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat maupun evakuasi dari kawasan permukiman warga.

Agnes menjelaskan, satwa yang berada di kandang transit tidak dipelihara secara permanen, melainkan menjalani proses rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.

“Satwa-satwa ini kami rawat dan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan. Ini penting agar mereka dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan alaminya,” jelasnya.

Beberapa satwa yang diperkenalkan kepada anak-anak antara lain kangkareng putih, owa-owa, beruang madu, baning, dan kura-kura. Kehadiran satwa tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.

Selain melihat langsung satwa, BKSDA Kalteng juga menyediakan media edukasi berupa patung satwa dan studio edukasi yang menayangkan film tentang kehidupan satwa di habitat aslinya serta proses pelepasliaran ke alam bebas.

“Di studio edukasi, anak-anak dapat menonton film tentang kehidupan satwa di hutan serta proses pelepasliaran. Ini membantu mereka memahami lebih dalam, tidak hanya sekadar melihat,” tambah Agnes.

BKSDA Kalteng juga membuka kesempatan kunjungan edukasi bagi seluruh jenjang pendidikan dengan materi yang disesuaikan berdasarkan tingkat pemahaman peserta.

Menurut Agnes, antusiasme anak-anak selama kegiatan berlangsung sangat tinggi. Hal itu juga dipengaruhi minimnya fasilitas kebun binatang di Kalimantan Tengah sehingga pengalaman melihat satwa secara langsung menjadi hal yang berkesan bagi mereka.

“Anak-anak sangat antusias karena di Kalimantan Tengah belum memiliki kebun binatang. Jadi banyak dari mereka yang baru pertama kali melihat satwa secara langsung,” katanya.

Sementara itu, Kepala TK Al-Azhar Palangka Raya, Nurwi mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai satwa yang dilindungi serta pentingnya menjaga habitat alami mereka.

Menurutnya, edukasi sejak dini penting agar anak-anak tidak hanya mengenal jenis satwa, tetapi juga memahami bahwa satwa liar tidak boleh dipelihara secara sembarangan.

“Tujuan kami agar anak-anak memahami bahwa satwa liar harus dijaga di habitat aslinya dan tidak boleh dipelihara secara ilegal,” ujarnya.

Nurwi menambahkan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak karena mereka dapat mengenal nama satwa, habitat, serta pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. (Yd/Kalped)

Pos terkait