Naik 178 Persen, Kunjungan Perpustakaan Kalteng Tembus 11.762 Orang

Dok : Antara Kalteng News

kaltengpedia.com – Palangka Raya – Minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang semakin positif. Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lonjakan signifikan jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Berdasarkan data statistik layanan perpustakaan, jumlah kunjungan pemustaka selama lima bulan pertama tahun ini mencapai 11.762 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya mencatat 4.221 pengunjung. Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 178,65 persen.

Peningkatan jumlah pengunjung ini menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Berbagai upaya yang dilakukan Dispursip Kalteng dinilai turut mendorong peningkatan tersebut. Mulai dari penguatan program literasi yang lebih inklusif, optimalisasi promosi melalui media sosial, hingga penyelenggaraan beragam kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, dan masyarakat umum.

Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas dan kenyamanan ruang baca juga menjadi faktor pendukung. Kehadiran area belajar yang nyaman, koleksi bacaan yang beragam, serta fasilitas pendukung lainnya menjadikan perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang belajar, berdiskusi, dan berkegiatan produktif.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang terus meningkat dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.

Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan semakin relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

Dispursip Kalteng berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem literasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, komunitas, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama.

Ke depan, perpustakaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi dan literasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang inklusif, edukatif, dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat.

Tingginya angka kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bahwa budaya membaca dan belajar masyarakat Kalimantan Tengah terus berkembang, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai motor penggerak peningkatan literasi daerah. (Yd/Kalped)

Pos terkait