kaltengpedia.com – Perjalanan nilai harta kekayaan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono, dalam enam periode pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) memperlihatkan dinamika yang dipengaruhi oleh perubahan komposisi aset, kewajiban, serta perjalanan kariernya di lingkungan PT PLN (Persero). Berdasarkan dokumen LHKPN yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan bersih Iwan mengalami peningkatan dari Rp938,36 juta pada Tahun Pelaporan 2020 menjadi Rp2,69 miliar pada Tahun Pelaporan 2025.
Pada Tahun Pelaporan 2020 yang disampaikan pada 21 Januari 2021, saat masih menjabat sebagai DM Sertifikasi Produk di PT PLN (Persero), Iwan Soelistijono melaporkan total harta senilai Rp1,445 miliar. Aset tersebut terdiri atas dua bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Sidoarjo dan Kota Jakarta Selatan dengan nilai keseluruhan Rp1,2 miliar, serta dua kendaraan berupa Toyota Innova tahun 2016 dan Yamaha Aerox tahun 2017 senilai Rp245 juta. Setelah dikurangi kewajiban berupa utang sebesar Rp506,64 juta, total kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai Rp938.355.307.
Setahun berikutnya, pada Tahun Pelaporan 2021 yang disampaikan pada Januari 2022, nilai kekayaan bersih meningkat menjadi Rp1.034.074.968. Komposisi aset tidak mengalami perubahan berarti karena masih terdiri atas dua bidang tanah dan bangunan serta dua kendaraan yang sama dengan tahun sebelumnya. Peningkatan kekayaan bersih terutama dipengaruhi oleh berkurangnya nilai utang dari Rp506,64 juta menjadi Rp410,93 juta. Dengan penurunan kewajiban tersebut, total kekayaan bersih bertambah sekitar Rp95,72 juta dibandingkan laporan tahun sebelumnya.
Pada Tahun Pelaporan 2022 yang disampaikan pada Februari 2023, Iwan Soelistijono masih menjabat sebagai Manager Sertifikasi Produk. Dalam laporan tersebut, total kekayaan bersih tercatat sebesar Rp911.666.030. Nilai tersebut mengalami penurunan sekitar Rp122,41 juta dibandingkan Tahun Pelaporan 2021. Penurunan terjadi karena komposisi aset mengalami perubahan. Kendaraan bermotor tidak lagi tercantum dalam laporan sehingga total aset turun menjadi Rp1,204 miliar yang seluruhnya didominasi oleh kepemilikan dua bidang tanah dan bangunan. Di sisi lain, nilai utang juga menurun menjadi Rp292,33 juta. Meskipun kewajiban berkurang, penurunan nilai aset menyebabkan total kekayaan bersih ikut mengalami koreksi.
Perubahan cukup signifikan mulai terlihat pada Tahun Pelaporan 2023 yang disampaikan pada Februari 2024. Saat itu Iwan telah mengemban jabatan sebagai Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi di PLN Kantor Pusat. Total kekayaan bersih meningkat menjadi Rp1.078.913.328 atau bertambah sekitar Rp167,25 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh bertambahnya nilai aset menjadi Rp2,360 miliar. Selain dua bidang tanah dan bangunan yang telah dimiliki sebelumnya, laporan juga mencantumkan dua kendaraan baru, yakni Toyota Innova Tahun 2023 senilai Rp550 juta dan Toyota Corolla Tahun 2023 senilai Rp508 juta. Namun demikian, nilai utang juga meningkat cukup besar menjadi Rp1,281 miliar sehingga kenaikan kekayaan bersih tidak sebesar kenaikan aset yang dimiliki.
Lonjakan paling besar terjadi pada Tahun Pelaporan 2024 yang disampaikan pada Januari 2025. Nilai kekayaan bersih meningkat menjadi Rp2.188.900.565 atau bertambah sekitar Rp1,11 miliar dibandingkan laporan sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya aset tanah dan bangunan menjadi Rp2 miliar melalui penambahan satu bidang tanah dan bangunan di Kota Depok senilai Rp700 juta. Nilai kendaraan masih tetap sebesar Rp1,058 miliar, sementara kas meningkat menjadi Rp29 juta. Pada saat yang sama, nilai utang turun menjadi Rp898,10 juta sehingga turut mendorong peningkatan total kekayaan bersih secara signifikan. Pada periode ini, Iwan masih menjabat sebagai Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi di PLN Kantor Pusat.
Sementara itu, pada LHKPN Tahun Pelaporan 2025 yang disampaikan pada 29 Januari 2026, setelah dipercaya menjabat sebagai General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, total kekayaan bersih kembali meningkat menjadi Rp2.688.833.143. Dibandingkan laporan sebelumnya, terjadi kenaikan sekitar Rp499,93 juta. Komposisi aset secara umum relatif stabil dengan nilai tanah dan bangunan tetap sebesar Rp2 miliar. Namun terdapat perubahan pada kepemilikan kendaraan. Toyota Innova Tahun 2023 tidak lagi tercantum dalam laporan dan digantikan oleh Toyota Fortuner Tahun 2025 senilai Rp700 juta, sedangkan Toyota Corolla tetap dilaporkan dengan nilai Rp350 juta sehingga total nilai kendaraan menjadi Rp1,05 miliar. Nilai kas juga meningkat menjadi Rp43 juta, sementara kewajiban berupa utang turun cukup signifikan menjadi Rp404,17 juta. Penurunan nilai utang tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan total kekayaan bersih pada laporan terbaru.
Apabila dibandingkan secara keseluruhan, perkembangan LHKPN Iwan Soelistijono menunjukkan tren peningkatan dalam enam periode pelaporan. Dari total kekayaan bersih sebesar Rp938,36 juta pada Tahun Pelaporan 2020, nilainya bertambah menjadi Rp2,69 miliar pada Tahun Pelaporan 2025 atau meningkat sekitar Rp1,75 miliar. Selain bertambahnya aset berupa properti, perubahan juga terlihat pada pembaruan kendaraan, peningkatan kas dan setara kas, serta penurunan nilai kewajiban pada laporan terbaru. Seluruh informasi tersebut merupakan data yang dilaporkan sendiri oleh penyelenggara negara melalui sistem e-LHKPN KPK sebagai bagian dari kewajiban pelaporan harta kekayaan dan tidak dapat dimaknai sebagai indikator adanya pelanggaran hukum ataupun sebaliknya.






















