Kaltengpedia.com – Palangka Raya – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga orang yang diduga sebagai bandar narkoba sekaligus pelaku penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, yang menyebabkan gugurnya tiga personel kepolisian saat operasi penggerebekan.
Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Subdirektorat IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri setelah para tersangka diduga melarikan diri usai insiden berdarah yang terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyampaikan bahwa ketiga tersangka telah berhasil diamankan dan selanjutnya dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta pengembangan terhadap jaringan narkotika yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis malam (9/7). Saat hendak diamankan, ketiga tersangka disebut melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis mandau sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan para pelaku di bagian kaki. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah mandau yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan.
Kasus ini merupakan pengembangan dari peristiwa tragis yang terjadi saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap jaringan narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Dalam operasi tersebut, tiga anggota kepolisian gugur saat menjalankan tugas, yakni Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.
Bareskrim Polri menegaskan proses penyidikan masih terus berlangsung. Selain mendalami peran masing-masing tersangka dalam penyerangan yang menewaskan tiga anggota polisi, penyidik juga melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang diduga terkait dengan para pelaku.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus penyerangan terhadap aparat penegak hukum yang mendapat perhatian luas, mengingat ketiga personel kepolisian gugur saat melaksanakan tugas pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Tengah.






















