kaltengpedia.com – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan industri obat bahan alam sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pembinaan pelaku usaha, penguatan regulasi, serta peningkatan kualitas produk berbasis kekayaan hayati lokal.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penyerahan sertifikat kepada pelaku usaha obat bahan alam yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tjilik Riwut, Kantor BBPOM Palangka Raya itu dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri, Kepala BBPOM Palangka Raya Ali Yudhi Hartanto, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Sunarti menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati yang menjadi modal penting dalam pengembangan industri obat bahan alam. Berbagai tanaman khas daerah seperti pasak bumi, bajakah, dan tabat barito dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memandang penguatan industri obat bahan alam tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem usaha yang sehat. Oleh karena itu, pembinaan kepada pelaku usaha, kepastian regulasi, serta pengawasan mutu produk menjadi bagian penting dalam menciptakan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada sejumlah pelaku usaha sebagai bentuk pengakuan atas pemenuhan standar keamanan, mutu, dan kualitas produk sesuai ketentuan Badan POM. Selain itu, kegiatan dirangkaikan dengan Gerakan Minum Jamu Bersama sebagai upaya mendorong pemanfaatan jamu sebagai warisan budaya sekaligus bagian dari pola hidup sehat. Masyarakat juga diimbau untuk memilih produk obat tradisional yang telah memiliki izin edar dan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
Pemprov Kalimantan Tengah menilai keberhasilan pengembangan industri obat bahan alam memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, BBPOM, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk unggulan Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun global. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sektor obat bahan alam diharapkan dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.





















