Kaltengpedia.com – PANGKALAN BUN – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus datang sejak dini hari demi mendapatkan posisi antrean lebih awal.
Seorang warga Pangkalan Bun, Endang Sutisna, mengatakan antrean terjadi baik untuk pembelian Pertalite maupun Pertamax. Bahkan, pembelian BBM disebut masih dibatasi di sejumlah SPBU.
Untuk kendaraan roda dua, pembelian Pertalite disebut maksimal tiga liter. Sementara pengguna Pertamax juga harus menghadapi pembatasan pembelian.
“Untuk Pertamax juga dibatasi Rp85 ribu. Antre juga,” kata Endang, Selasa (25/8/2026).
Kondisi tersebut dinilai cukup menyulitkan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari, terutama warga yang hendak melakukan perjalanan jauh.
Warga lainnya, Romi Saputra, mengatakan antrean biasanya relatif lebih pendek apabila masyarakat datang selepas salat Subuh. Namun, kendaraan bahkan sudah lebih dahulu berada di lokasi.
Menurut informasi yang diketahuinya, pasokan BBM tiba sekitar pukul 02.00 WIB. Kondisi itu membuat sebagian warga memilih datang lebih awal untuk mendapatkan giliran.
“Pertalite antre, Pertamax juga sama. Kasihan warga biasa yang bukan pengetap, apalagi yang mau perjalanan jauh,” ujarnya.
Panjang dan lamanya antrean BBM di Kobar pun kembali menjadi persoalan bagi masyarakat. Warga berharap distribusi dan ketersediaan BBM dapat segera diperbaiki sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Kondisi antrean ini juga sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU Kobar dan bahkan sempat menimbulkan ketegangan antarwarga akibat lamanya waktu menunggu.




















