Kaltengpedia – Palangka Raya – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan inflasi daerah pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 0,46 persen secara bulanan atau month-to-month. Rilis terbaru ini disampaikan dalam Berita Resmi Statistik yang dipaparkan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, di Ruang Vicon BPS Kalteng, Palangka Raya. Capaian tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga yang masih terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Ramadan.
Secara tahunan atau year-on-year, inflasi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 5,06 persen. Sementara inflasi tahun kalender atau year-to-date berada di angka 0,85 persen. Angka ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga sejak awal tahun, namun masih dalam batas yang dapat dikendalikan melalui penguatan stabilitas pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Kenaikan inflasi bulanan terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar sebesar 0,35 persen. Sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, ikan nila, dan beras. Peningkatan permintaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan turut memengaruhi dinamika harga di pasaran.
Dari empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen di Kalimantan Tengah, seluruhnya mengalami inflasi. Kabupaten Sukamara mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,76 persen, disusul Kabupaten Kapuas 0,67 persen, Sampit 0,61 persen, dan Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 0,17 persen. Data ini menunjukkan tekanan harga terjadi merata di berbagai wilayah pemantauan.
Selain inflasi, BPS juga mencatat peningkatan Nilai Tukar Petani sebesar 1,23 persen menjadi 136,33 pada Februari 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga komoditas pertanian seperti karet, kelapa sawit, durian, dan gabah yang turut mendorong kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah.
Di sektor perdagangan luar negeri, Kalimantan Tengah masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$256,75 juta pada Januari 2026. Sementara sektor pariwisata dan transportasi juga menunjukkan pertumbuhan positif yang mencerminkan pergerakan ekonomi daerah tetap solid.
Secara umum, capaian inflasi Februari 2026 menunjukkan kondisi ekonomi Kalimantan Tengah tetap stabil dan terkendali. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga pasokan serta distribusi barang kebutuhan pokok guna menekan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum Ramadan.






















