kaltengpedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menyiapkan sebuah rencana besar yang digadang-gadang bakal mengubah wajah konektivitas dan ekonomi di Pulau Kalimantan. Sebuah jalan tol yang langsung menghubungkan Kalteng dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur sedang dirancang masuk dalam dokumen strategis pembangunan daerah.
Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S Ampung, mengungkapkan bahwa proyek ambisius ini telah dimasukkan dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalteng untuk 2025–2045. “Kami tidak ingin lagi memutar jauh melewati Kalimantan Selatan untuk menuju IKN. Ini saatnya Kalteng terhubung langsung dengan jalan tol menuju IKN,” tegas Leonard saat ditemui di Kantor DPRD Kalteng, Kamis (17/7/2025).
Rencana ini bukan main-main. Jalan tol tersebut disebut-sebut akan membentang dari IKN, melewati Barito Utara dan Barito Timur, lalu menembus Palangka Raya hingga terhubung ke Kalimantan Barat. Waktu tempuh yang biasanya memakan waktu hingga 18 jam, diproyeksikan hanya akan menjadi 6 jam saja.
“Ini bukan hanya soal efisiensi waktu, tetapi juga tentang membangun konektivitas wilayah yang selama ini terpisah. Dampaknya akan sangat besar bagi distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Leonard.
Tak hanya mempersingkat jarak, jalan tol ini juga diklaim akan memangkas biaya logistik, menstabilkan harga barang, dan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalurnya. Leonard menyebut, rencana tersebut akan di-breakdown ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan fokus lima tahun pertama pada desain teknis dan persiapan pembangunan.
“Kami ingin semuanya dipersiapkan dengan matang, bukan setengah-setengah. Dengan perencanaan yang kuat, manfaatnya bisa dirasakan sejak awal,” ujarnya optimis.
Namun, pertanyaannya: Akankah proyek ini benar-benar terlaksana?
Di tengah euforia rencana ambisius ini, sejumlah tantangan besar menanti. Mulai dari pembiayaan proyek yang pasti sangat besar, proses pembebasan lahan yang kompleks, hingga koordinasi lintas provinsi dan kementerian yang tidak sederhana. Belum lagi, status proyek ini masih berada dalam tahap perencanaan awal—belum ada kejelasan mengenai sumber pendanaan maupun peta jalan realisasinya.
Jika terealisasi, jalan tol Kalteng–IKN jelas akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Kalimantan. Tapi jika tidak, rencana ini bisa berakhir sebagai deretan janji pembangunan yang tinggal di atas kertas.
Masyarakat kini menunggu, apakah “gebrakan besar” ini akan benar-benar menjelma menjadi kenyataan atau hanya menjadi angan-angan panjang dalam dokumen perencanaan.






















