KALTENGPEDIA – PALANGKA RAYA – Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam ajang National Governance Awards 2026 adalah pengembangan konsep kelas digital berbasis kearifan lokal Huma Betang di Kalimantan Tengah. Konsep ini menggabungkan nilai budaya lokal dengan teknologi modern dalam sistem pembelajaran.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengembangkan kelas digital ini sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, modern, dan tetap berakar pada nilai budaya daerah. Konsep Huma Betang yang mengedepankan kebersamaan dan kesetaraan menjadi dasar dalam pengembangan sistem pendidikan ini.
Melalui kelas digital, siswa dapat mengakses materi pembelajaran secara lebih fleksibel dengan bantuan perangkat teknologi. Guru juga dapat memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan materi secara lebih kreatif dan menarik.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, konsep ini juga bertujuan untuk memperkuat karakter siswa agar tetap menjunjung nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong. Hal ini dianggap penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Inovasi ini mendapat apresiasi nasional karena dinilai mampu menggabungkan modernisasi pendidikan dengan pelestarian budaya lokal. Dalam NGA 2026, Kalteng dianggap berhasil menciptakan model pendidikan yang unik dan berkelanjutan.






















