Kaltengpedia – Palangka Raya – Kondisi sejumlah sekolah tua di Kalimantan Tengah kembali menjadi perhatian kalangan legislatif. DPRD Kalimantan Tengah menilai masih banyak satuan pendidikan yang membutuhkan sentuhan pembangunan dan revitalisasi agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Perhatian tersebut muncul seiring masih ditemukannya sekolah dengan kondisi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun, mengalami kerusakan pada ruang kelas, atap, hingga fasilitas penunjang lainnya. DPRD berharap program revitalisasi sekolah yang saat ini dijalankan pemerintah pusat dan daerah dapat terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut kalangan legislatif, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terhambat akibat keterbatasan infrastruktur. Sekolah yang layak menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Harapan tersebut sejalan dengan rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menargetkan revitalisasi hampir 100 sekolah di Kalimantan Tengah pada tahun 2026. Saat ini proses verifikasi dan validasi masih berlangsung untuk menentukan sekolah yang menjadi prioritas penerima bantuan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa program revitalisasi menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah. Penentuan sekolah penerima dilakukan berdasarkan data kerusakan dan kebutuhan yang dipadukan melalui sistem Dapodik dan platform Pena Kalteng.
DPRD berharap program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang berada di perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pedalaman dan pelosok yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pendidikan. Dengan pemerataan pembangunan sekolah, kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas dapat dirasakan seluruh pelajar Kalimantan Tengah. (Yd/Kalped)




















