kaltengpedia.com – Pulang Pisau – Semarak peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau semakin terasa dengan digelarnya Huma Betang Night di Stadion H.M. Sanusi, Sabtu (11/7/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta, jajaran perangkat daerah, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Huma Betang Night merupakan wujud rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Pulang Pisau sekaligus hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, kebahagiaan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun optimisme dan semangat untuk terus berkarya demi kemajuan daerah.
Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya. Nilai-nilai Huma Betang yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, gotong royong, dan kebersamaan dinilai tetap relevan sebagai landasan membangun Kalimantan Tengah yang maju tanpa meninggalkan akar budaya.
Selain menjadi ajang hiburan, Huma Betang Night juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat selama perayaan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah agar dimaknai sebagai langkah meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Menurutnya, setiap anggaran yang digunakan harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat Kalimantan Tengah mulai memasuki puncak musim kemarau. Masyarakat diimbau menjaga lingkungan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kabut asap.
Rangkaian Huma Betang Night turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Kalimantan Tengah, seperti karungut, badeder, tandak timang, hingga penampilan artis lokal. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap semangat Huma Betang terus hidup dalam kehidupan masyarakat sebagai perekat persatuan sekaligus menjadi modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.






















